OJK: Pertumbuhan Penghimpunan Dana dari Surat Berharga Salip DPK

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan, Loto S Ginting (tengah) memegang smartphone saat melakukan peluncuran surat utang Savings Bond Retail seri SBR005 di Giyanti Coffee, Jakarta Pusat, Kamis 10 Januari 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan, Loto S Ginting (tengah) memegang smartphone saat melakukan peluncuran surat utang Savings Bond Retail seri SBR005 di Giyanti Coffee, Jakarta Pusat, Kamis 10 Januari 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertumbuhan dana masyarakat yang dihimpun dari surat berharga oleh industri perbankan naik tinggi dibanding dana pihak ketiga (DPK). 

    Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Agustus 2019 kenaikan dana yang dihimpun dari penerbitan surat berharga mencapai 21,72 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp128,6 triliun. "Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding kenaikan DPK pada periode yang sama sebesar 7,61 persen yoy," seperti yang dilansir Bisnis, Senin 28 Oktober 2019..

    Kenaikan dana himpunan dari surat berharga pada periode tersebut juga tercatat lebih tinggi dibanding tahun lalu. Pada penghujung Agustus 2018 sumber dana dari penerbitan surat berharga industri perbankan tercatat turun 2,67 persen.

    Jika dibedah lebih lanjut, pertumbuhan sumber dana dari surat berharga paling tinggi terjadi pada bank umum kelompok usaha (BUKU) IV. Dana yang dihimpun dari surat berharga bank di kategori ini tumbuh 55,81 persen menjadi Rp79 triliun hingga Agustus 2019.

    Pertumbuhan pada BUKU IV paling besar dibanding posisi bank pada kelompok lain.

    Sebagai perbandingan, nilai simpanan bersumber dari surat berharga pada bank BUKU III tercatat turun 14,54 persen secara tahunan di periode yang sama. Penurunan tajam juga terjadi di bank BUKU I yang simpanan dari surat berharganya berkurang 44,97 persen yoy.

    Sementara itu, simpanan dari sumber tersebut mengalami kenaikan pada bank di BUKU II. Nilai kenaikannya mencapai 7,79 persen yoy menjadi Rp8,3 triliun.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.