Co-CEO Gojek: Nadiem Makarim Keluar Saat Masa Depan Gojek Cerah

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gojek meluncurkan logo baru untuk menandai 9 tahun kiprahnya sebagai perusahaan aplikasi. Peluncuran tersebut dilakukan di kantor Gojek, Pasaraya Blok M, Senin, 22 Juli 2019, dan dihadiri CEO Gojek Nadiem Makarim, Co-Founder Gojek Kevin Aluwi, serta Presiden Gojek Andre Sulistyo. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Gojek meluncurkan logo baru untuk menandai 9 tahun kiprahnya sebagai perusahaan aplikasi. Peluncuran tersebut dilakukan di kantor Gojek, Pasaraya Blok M, Senin, 22 Juli 2019, dan dihadiri CEO Gojek Nadiem Makarim, Co-Founder Gojek Kevin Aluwi, serta Presiden Gojek Andre Sulistyo. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Jakarta - Dua Co-CEO Gojek, Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo, buka suara soal hengkangnya Nadiem Makarim dari pucuk pimpinan perusahaan teknologi itu. Menurut mereka, pengunduran diri Nadiem dilakukan saat masa depan perusahaan sangat positif.

    "Pencapaian Nadiem telah menjadi inspirasi bagi setiap orang di Gojek dan dia meninggalkan Gojek ketika masa depan perusahaan ini sangat cerah," ujar Kevin dan Andre dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Nadiem mundur dari posisinya untuk bergabung di jajaran pemerintahan Presiden Joko Widodo Jilid II. Sebelumnya, lulusan Universitas Harvard itu telah 9 tahun membangun dan membesarkan perusahaan rintisan tersebut.

    Saat ini, kata mereka, Gojek memiliki lebih dari dua juta mitra pengemudi di Asia Tenggara dan lebih dari 400 ribu mitra usaha. Mitra-mitra perusahaan itu disebut telah memproses lebih dari 2 miliar transaksi di setiap tahunnya.

    Andre dan Kevin mengatakan usaha itu awalnya muncul dari gagasan sederhana menjadi bisnis bernilai miliaran dolar AS. Usaha itu pun, menurut mereka kini telah memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat di Asia Tenggara, sekaligus memberikan peluang untuk menambah pendapatan bagi jutaan orang.

    "Kami berterima kasih kepada Nadiem atas visinya dan kerjasamanya dengan kami dalam beberapa tahun terakhir untuk menciptakan hal yang menjadi besar dan berdampak luas, lebih dari yang pernah kita bayangkan," tutur mereka.

    Mereka pun merasa terhormat bahwa salah satu founder perusahaannya itu diminta untuk membantu Jokowi di periode kedua. Sehingga, mereka merasa Nadiem akan dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas kepada seluruh masyarakat Indonesia. "Kami menghormati proses yang saat ini sedang berlangsung dan mendoakan yang terbaik untuk Nadiem untuk pengumuman dari Istana Rabu besok.” 

    Sebelumnya, CEO Gojek Nadiem Makarim menyatakan mundur dari perusahaan teknologi yang didirikannya seiring rencana penetapan dirinya sebagai menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin periode 2019-2024.

    "Posisi saya di Gojek mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali. Per hari ini sudah sama sekali posisi maupun kewenangan apapun di Gojek," kata Nadiem seusai bertemu Presiden di Istana, Senin kemarin.

    CAESAR AKBAR | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.