Ke Istana, Syahrul Yasin Limpo Ditanya Jokowi Soal Pertanian

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politisi Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019. ANTARA

    Politisi Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur Sulawesi Selatan sekaligus politisi Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo dipanggil oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Syahrul akan mendapatkan suatu posisi di kebinet di bawah pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Dirinya mengaku berpengalaman sebagai lurah, camat, bupati, wakil gubernur dan gubernur di Sulawesi Selatan selama 25 tahun.

    Dia menyebutkan sejumlah sektor yang dibahas bersama Presiden antara lain pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan. "Saya tidak disampaikan menteri apa. Yang banyak beliau tanyakan (bagaimana) agar 260 juta jiwa bisa jamin agar mereka bisa (menjadi) lebih baik, lebih damai, tentram, teratur, terpenuhi kebutuhan dasarnya," kata Syahrul.

    Menurut Syahrul Yasin Limpo, Partai Nasdem telah mendukung Jokowi sejak 2014. Hal tersebut, menurutnya, adalah sebuah totalitas. Syahrul mengatakan pihaknya ingin melihat Indonesia menjadi lebih baik, maju dan modern di bawah kepempimpinan Presiden Joko Widodo.

    Syahrul Yasin Limpo adalah salah satu calon menteri Jokowi. Ia dipanggil di hari kedua pemanggilan calon-calon menteri ke Istana Kepresidenan. Sebelum di Partai Nasdem, Syahrul pernah menjadi politisi Partai Golkar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.