Jokowi Panggil Calon Menteri, Rupiah Lanjutkan Penguatan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa ini diprediksi masih melanjutkan penguatan pada awal pekan. "Dalam perdagangan hari ini rupiah masih akan menguat di level 14.050 - 14.115," kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

    Rupiah pada awal pekan menguat seiring pelaku pasar yang mencermati pidato Presiden Joko Widodo saat pelantikan di Gedung MPR, Minggu, 20 Oktober 2019.

    Dalam pidatonya, Jokowi menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM dan reformasi birokrasi yang akan memangkas jabatan struktural di pemerintahan dari yang tadinya ada lima eselon akan dipangkas menjadi dua eselon yaitu eselon 1 dan 2 sehingga akan mengurangi beban APBN di kemudian hari.

    Jokowi juga optimistis PDB Indonesia dapat mencapai 7 triliun dolar AS pada 2045 dan masuk lima besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen.

    Di sisi lain, pasar juga menunggu pelantikan para menteri yang akan menduduki pos-pos yang cukup vital yaitu pos yang membidangi masalah ekonomi terutama menkeu, menteri BUMN, menteri ESDM dan menko perekonomian.

    Hingga hari ini, sejumlah nama calon menteri telah dipanggil ke Istana Kepresidenan untuk bertemu Presiden Joko Widodo. Pada pukul 9.36 WIB, rupiah menguat 24 poin atau 0,17 persen menjadi R p14.057 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp 14.081. per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.