Erick Thohir, dari Timses Hingga Jadi Calon Menteri Jokowi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erick Thohir terpilih sebagai anggota baru IOC Members dalam sidang sidang IOC ke-134 di Laussane, Swiss, 24-26 Juni, (foto: istimewa)

    Erick Thohir terpilih sebagai anggota baru IOC Members dalam sidang sidang IOC ke-134 di Laussane, Swiss, 24-26 Juni, (foto: istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo resmi dilantik sebagai orang nomor satu di Indonesia pada Minggu, 20 Oktober 2019 untuk masa tugas 2019-2024. Sehari setelah dilantik, hari ini Senin, 21 Oktober 2019 Jokowi memanggil sejumlah nama yang akan duduk dalam susunan kabinetnya.

    Salah satu yang hadir ke Istana Kepresidenan untuk menemui Presiden Jokowi adalah Erick Thohir. Mengenakan kemeja putih dan celana hitam, Erick tiba sekitar pukul 11.15 WIB.

    Meski begitu, belum diketahui jabatan menteri yang akan ditempati oleh Erick Thohir, karena kepastian nama yang akan duduk sebagai menteri Kabinet Kerja Jilid II diperkirakan akan diumumkan Presiden Jokowi pada Rabu, 23 Oktober 2019.

    Usai menjalani sesi interview dengan Presiden Jokowi, Erick menyampaikan bahwa dirinya ditanya seputar masalah-masalah perekonomian di mana salah satu topiknya mengenai perang dagang yang saat ini melanda dunia.

    Erick Thohir seorang pengusaha kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970. Erick juga dikenal sebagai pendiri Mahaka Group yang bergerak dalam bisnis media dan entertainment.

    Erick meraih gelar sarjananya dari Glendale University, Amerika Serikat, kemudian lulus program master untuk Bisnis Administrasi dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat pada tahun 1993.

    Keterlibatan Erick dalam bisnis media terlihat dari rekam jejaknya yang terlibat di beberapa perusahaan antara lain Jak TV, Gen FM, Delta FM dan Female Radio. Erick Thohir juga pernah menjabat sebagai Ketua Komite Konten dan Industri Aplikasi Kamar Dagang Industri (KADIN).

    Di luar media, Erick sempat merambah bisnis olahraga dengan menjadi pemilik klub Inter Milan yang berlaga di Liga Serie A Italia bersama Massimo Moratti pada tahun 2013.
    Yang cukup fenomenal, Erick Thohir juga dikenal sebagai Ketua INASGOC), badan yang sukses mengelola perhelatan Asia Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 2018.

    Setelah sukses memimpin penyelenggaraan Asian Games 2018, Erick Thohir kemudian diberi kepercayaan menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf.

    Selama menjadi Ketua TKN, dia dan kubunya terus berupaya mematangkan kampanye Joko Widodo - Ma'ruf Amin untuk meraih kursi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, mulai dari kampanye hingga debat.

    Sebagai Ketua TKN diembannya dengan baik, dengan keberhasilannya mengantarkan Jokowi-Ma'ruf meraih kursi presiden dan wakil presiden untuk periode 2019-2024. Hasilnya, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memenangkan Pemilihan Presiden dan Wapres 2019, mengalahkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

    Jokowi dan Ma'ruf meraih 85.607.362 suara atau 55,5 persen suara sah dibandingkan Prabowo dan Sandi yang mendapatkan 68.650.239 suara atau 45,5 persen.

    Pengamat Komunikasi dan Politik Nasional Dr. Emrus Sihombing mengatakan, Erick Thohir berpotensi untuk mengisi kursi menteri kabinet kerja Presiden terpilih Joko Widodo jilid II dari kalangan profesional.

    Menurut dia, Erick Thohir orang yang kompeten dan memiliki integritas tinggi namun bukan sosok yang ambisius. Bisa jadi Erick tidak terlalu menginginkan kursi menteri.

    Sedangkan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin menyebutkan bahwa Erick Thohir merupakan sala satu nama yang cukup potensial mengisi jatah kursi menteri dari kalangannya profesional. Namanya tentu diperhitungkan setelah berhasil mengantarkan Jokowi menjadi pemenang Pemilu Presiden 2019.

    Erick Thohir sendiri pernah menanggapi survei yang beredar mengenai potensi dirinya akan berpartisipasi dalam kabinet pemerintah kedepan sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Kepala Staf Kepresidenan, hingga Menteri Perdagangan.

    Dia mengatakan posisi jabatan itu perlu diisi oleh tokoh dengan latar belakang profesional. Erick pun menegaskan bahwa penunjukkan jabatan menteri adalah sepenuhnya hak prerogatif Presiden Joko Widodo.

    Erick Thohir juga berharap agar sejumlah tokoh yang akan dipilih Presiden untuk mengisi kabinet pemerintahan kedepan memiliki rekam jejak yang baik. "Saya selalu bilang siapa pun yang terpilih, saya berharap orang-orang yang berkeringat kemarin, dan yang penting punya track record yang baik," ucap Erick pekan lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.