Nadiem Makarim, Sosok yang Santer Disebut Jadi Menteri Jokowi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, saat menghadiri peluncuran Go-Viet di Hotel Melia, Hanoi, Vietnam, Rabu, 12 September 2018. Peluncuran ini memastikan layanan Go-Viet akan tersedia di 12 distrik di Ho Chi Minh City. (Foto: Biro Pers Setpres)

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, saat menghadiri peluncuran Go-Viet di Hotel Melia, Hanoi, Vietnam, Rabu, 12 September 2018. Peluncuran ini memastikan layanan Go-Viet akan tersedia di 12 distrik di Ho Chi Minh City. (Foto: Biro Pers Setpres)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang pengumuman kabinet Jokowi jilid II, nama Nadiem Makarim santer dibicarakan. Sebab, CEO dan Founder Gojek itu, disebut-sebut bakal masuk dalam bursa menteri kabinet Jokowi untuk periode 2019-2024.

    Nadiem Makarim mulai dikenal masyarakat sejak beberapa tahun belakangan ini. Namanya semakin melejit, pada saat perusahaan rintisan atau startup Gojek mencapai level decacorn. 

    CB Insights dalam daftar The Global Unicorn Club memuat nama Gojek di urutan ke-19 startup dunia yang menembus status decacorn. Gojek, seperti dikutip dari situs CB Insights, memiliki valuasi sebesar US$ 10 miliar.

    Saat ini, Gojek beroperasi di Thailand, Vietnam, Filipina, dan Singapura. Masing-masing negara memiliki perbedaan produk sesuai dengan tingkat kebutuhannya. 

    Pria kelahiran Singapore, 4 Juli 1984 itu, kini berusia 35 tahun. Sebelum mendirikan Gojek, Nadiem Makarim merupakan Co-Founder dan managing editor dari Zalora Indonesia. Kemudian dia menjabat sebagai chief innovation officer di Kartuku.

    Nadiem menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas di Singapore. Selanjutnya dia pindah ke Amerika Serikat untuk menempuh pendidikan strata satu di Brown University. Pada jenjang strata dua, dia melanjutkan studi di Harvard Business School.

    Adapun Nadiem merupakan putra dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Nono Makarim merupakan aktivis dan pengacara senior ternama di Indonesia.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan telah selesai menyusun anggota kabinet periode kedua pemerintahannya. Ia juga memutuskan untuk mengangkat menteri dari kalangan muda, atau di bawah 30 tahun.

    Meskipun berusia belia, kata Jokowi, calon menteri itu telah memiliki pengalaman manajerial yang cukup. “Sebenarnya banyak calon dari anak-anak muda, mereka tampil percaya diri. Tapi begitu diteliti pengalaman manajerialnya, ternyata lemah,” ujarnya, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Ia menjelaskan calon dari kalangan muda ini tak berasal dari partai politik. Dia akan mengisi pos kementerian lama. 

    Selain itu, Jokowi menyatakan sejumlah kementerian memang akan diubah, disesuaikan dengan kebutuhan. Ada pula kementerian baru yang antara lain menangani urusan investasi dan digital.

    Namun Presiden baru akan mengumumkan nama menteri dalam Kabinet Jokowi Jilid II setelah dilantik pada 20 Oktober 2019. "Pengumuman ya secepatnya setelah pelantikan, nomenklatur (kementerian) juga ada yang baru," ungkap Jokowi. 

    HENDARTYO HANGGI | BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.