Menhub Beberkan Alasan Bandara Kertajati Sepi Peminat

Pekerja membersihkan ruang pengambilan bagasi di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 24 Mei 2018. BIJB merupakan bandara kedua terbesar di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng yang memiliki luas lahan mencapai 1.800 hektar. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Tempo.Co, Jakarta - Menjelang akhir masa jabatan di Kabinet Indonesia Kerja Jilid I, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan sejumlah evaluasi. Salah satunya pengoperasian Bandara Kertajati yang belakangan mengalami penurunan frekuensi penerbangan. 

Dalam wawancara khusus bersama Tempo, Budi Karya mengatakan persoalan utama pengoperasian bandara adalah belum tersedianya akses langsung yang menghubungkan antara Kota Bandung dan Kertajati. “Saat ini akses yang menghubungkan Bandung dengan Kertajati, yaitu Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), belum selesai,” ujar Budi Karya di kantornya, Selasa, 14 Oktober 2019. 

Ia menjelaskan, pekerjaan pembangunan jalan tol tersebut sempat terhambat lantaran salah satu investor asing yang menggarap proyek ini cabut. 

Adapun saat ini, Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memastikan proyek pembangunan akses jalan menuju Bandara Kertajati kelar dalam waktu satu tahun. 

Ia berharap, dalam satu tahun ke depan, akses Jalan Tol Cisumdawu yang menghubungkan Kertajati dan Bandung telah siap dioperasikan. Beroperasinya seluruh ruas Jalan Tol Cisumdawu sepanjang 61 kilometer digadang-gadang dapat memangkas waktu tempuh dari Bandung menuju Kertajati yang semula 3 jam melewati jalur nasional menjadi lebih-kurang 1 jam via jalan bebas hambatan. 

Setelah akses kelar dibangun, Budi Karya memperkirakan pergerakan penumpang di Bandara Kertajati bakal berangsur stabil. Selanjutnya, ia berharap pemerintahan ke depan bakal mendorong adanya peningkatan frekuensi, baik penumpang maupun penerbangan, melalui berbagai cara. Misalnya menyiapkan Bandara Kertajati sebagai pusat kargo menggantikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

“Sekarang kan kita bangun Pelabuhan Patimban di Subang. Kalau Subang sudah maju, Kertajati dan Cirebon jadi pusat pertumbuhan baru, 10 tahun lagi Bandara Kertajati akan menggantikan (pusat) kargo di Bandara Soekarno-Hatta,” tuturnya.

Bandara Kertajati saat ini dioperasikan oleh PT Angkasa Pura II Persero setelah sebelumnya dikelola oleh pemerintah daerah bersama Kementerian Perhubungan. Adapun bandara ini dibangun atas inisiatif daearah dengan tujuan membuka konektivitas dan memeratakan pertumbuhan ekonomi. 

Namun, sejak beroperasi, Bandara Kertajati lesu penumpang. Sejumlah penerbangan belakangan cabut. Terakhir, Garuda Indonesia hengkang menyusul  Citilink Indonesia yang sudah lebih dulu menutup rutenya. Tempo mencatat, pergerakan penumpang di bandara itu mulai Juli hingga September terus mengalami penurunan. Pada Juli 2019, total pergerakan penumpang sebanyak 104.934 orang atau rata-rata 3.385 orang per hari.

Sedangkan pada Agustus melorot menjadi 86.824 pergerakan penumpang dengan rata-rata 2.801 penumpang per hari. Sementara itu, hingga 16 September 2019, total penumpang di Bandara Kertajati hanya 233.180 orang.






Menhub Pastikan Pemerintah Terus Kawal Penyelesaian Proyek KCJB

3 hari lalu

Menhub Pastikan Pemerintah Terus Kawal Penyelesaian Proyek KCJB

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan pemerintah terus mengawal penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).


Menhub: Minat Masyarakat Tinggi, Rute dan Jumlah Kereta Panoramic Bisa Ditambah

3 hari lalu

Menhub: Minat Masyarakat Tinggi, Rute dan Jumlah Kereta Panoramic Bisa Ditambah

Budi Karya menjajal Kereta Panoramic, yang merupakan kereta dengan spesifikasi khusus untuk menikmati panorama yang ada di Indonesia, Sabtu.


Indonesia dan Guinea Buka Kerja Sama Penerbangan

5 hari lalu

Indonesia dan Guinea Buka Kerja Sama Penerbangan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerima kedatangan Menteri Transportasi Guinea Felix Lamah. Meningkatkan kerja sama Indonesia-Guinea.


Menhub Sebut Masih Ada Kendala Lahan di Jalur Proyek Kereta Api Maros-Mandai

10 hari lalu

Menhub Sebut Masih Ada Kendala Lahan di Jalur Proyek Kereta Api Maros-Mandai

Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan akan mendorong percepatan penyelesaian jalur kereta api Maros-Mandai.


Budi Karya Tinjau Lokasi Bakal Dermaga Wisata dan Bandara VVIP di IKN

11 hari lalu

Budi Karya Tinjau Lokasi Bakal Dermaga Wisata dan Bandara VVIP di IKN

Kemenhub menyiapkan perencanaan pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana transportasi di IKN yang menjadi salah satu program prioritas.


Proyek Bandara Bali Utara, Sebuah Rencana yang Ditolak Megawati

12 hari lalu

Proyek Bandara Bali Utara, Sebuah Rencana yang Ditolak Megawati

Megawati menyebut penolakan dirinya akan rancangan proyek bandara Bali Utara itu bukan untuk menunjukkan kekuatan.


Kunjungi Pulau Enggano, Menhub Minta Pelabuhan dan Bandara Terus Dikembangkan

17 hari lalu

Kunjungi Pulau Enggano, Menhub Minta Pelabuhan dan Bandara Terus Dikembangkan

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan Pulau Enggano dapat diakses melalui udara dan laut.


Bandara Kertajati Ditawarkan ke Arab Saudi dan India, Ekonom Ungkap Kelemahannya

21 hari lalu

Bandara Kertajati Ditawarkan ke Arab Saudi dan India, Ekonom Ungkap Kelemahannya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sunadi mengatakan menawarkan saham Bandara Kertajati pada Arab Saudi dan India. Berikut kelemahan Bandara Kertajati.


Belajar dari Nataru, Menhub Ingin Angkutan Umum Lebaran 2023 Lebih Baik

27 hari lalu

Belajar dari Nataru, Menhub Ingin Angkutan Umum Lebaran 2023 Lebih Baik

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta agar semua stakeholder harus mempersiapkan angkutan umum untuk mudi Lebaran 2023.


Menhub Sebut Tingkat Kecelakaan Selama Libur Nataru Lebih Kecil dari Tahun Sebelumnya

28 hari lalu

Menhub Sebut Tingkat Kecelakaan Selama Libur Nataru Lebih Kecil dari Tahun Sebelumnya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kecelakaan selama libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru relatif kecil.