Bukalapak Klaim Miliki Jaringan 2,5 Juta Mitra Warung

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas karyawan di Kantor Bukalapak, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019. Bukalapak menjadi marketplace Indonesia pertama yang mendaftarkan Warung Mitra-nya pada fitur Google Bisnisku. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas karyawan di Kantor Bukalapak, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019. Bukalapak menjadi marketplace Indonesia pertama yang mendaftarkan Warung Mitra-nya pada fitur Google Bisnisku. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Program Mitra Bukalapak yang dimulai sejak 2017 saat ini telah menggaet 2,5 juta mitra di seluruh Indonesia. Bukalapak mengklaim sebagai jaringan mitra warung terbanyak dibanding pemain lain. 

    Co-Founder dan Presiden Bukalapak Fajrin Rasyid mengatakan raihan ini menjadi bukti Bukapalak mendorong terciptanya usaha mandiri di masyarakat. Menurutnya, Bukalapak terus berinovasi agar warung tradisional dapat meningkatkan volume transaksi bisnisnya. Ia yakin, penggunaan teknologi bisa membantu mitra warung untuk menciptakan kemapanan.

    “Kami berusaha supaya penghasilan mitra warung dan agen bisa lebih stabil, bahkan transaksi yang terjadi di warung meningkat misalnya dengan kemudahan menemukan lokasi warung lewat penelusuran Google Bisnisku,” kata dia dikutip dari keterangan pers, Selasa 15 Oktober 2019. 

    Merujuk ke riset CLSA Ltd yang berbasis di Hong Kong dengan judul “E-warung, Indonesia’s New Digital Battleground” pada September 2019, sebanyak 65 persen – 70 persen dari penjualan ritel Indonesia terjadi di warung dan akan menjadi medan pertempuran utama untuk e-payment dan fintech. CLSA menyebut bahwa Bukalapak memiliki jaringan warung terbanyak dibanding pemain lain di Indonesia. 

    Warung disebut-sebut sebagai pintu utama dalam inklusi finansial di Indonesia, di mana hanya 49 persen penduduk usia 15 tahun ke atas memiliki rekening bank. “Kami percaya bahwa tingkat kesuksesan program warung akan menentukan pemenang pemain payment di negara ini,” tulis CLSA.

    Riset itu juga menyebut bahwa warung Mitra Bukalapak mudah ditemukan di berbagai daerah, terutama di tiga kota besar Jakarta, Bandung dan Surabaya dibandingkan pemain lain.

    Pada umumnya, Mitra Bukalapak menyebut dari sisi pendaftaran mudah dan memiliki banyak keuntungan.

    Riset CLSA menyatakan bahwa program Mitra Bukalapak, dengan memudahkan warung-warung mendapatkan berbagai kebutuhan untuk para pembeli konsumen di sekitar, turut berkontribusi meningkatkan ekonomi keluarga.

    Dengan model mitra dan agen, Bukalapak dinilai berhasil menawarkan harga yang lebih murah, dibandingkan dengan tempat pengadaan tradisional, sambil menghilangkan kebutuhan pemilik warung untuk secara fisik mengunjungi dan membawa kembali inventaris dari pasar grosir dan toko.

    Model Mitra Bukalapak juga disebut berhasil memparalelkan hubungan warung dan agen perorangan ke dalam usaha O2O yang lebih luas yang menguntungkan bisnis inti ritel online.

    Misalnya, pada aplikasi ritel online Bukalapak, ada ikon pencari lokasi untuk pengguna temukan, dan insentif untuk membeli dari mitra warung Mitra Bukalapak yang berdekatan. Hal ini diklaim menguntungkan warung dan secara tidak langsung menciptakan peningkatan permintaan sumber dari warung ke Bukalapak.

    “Inisiatif O2O ini berhasil, dengan 10 persen pengguna baru di platform ritel online perusahaan yang terdiri dari konsumen yang telah berbelanja/bertransaksi di warung dan agen mitranya,” tulis CLSA.

    Dengan model Mitra Bukapalak maupun agen individual diberdayakan untuk membantu konsumen yang tidak memiliki sarana pembayaran online, dan yang tidak terbiasa atau tidak nyaman berbelanja online, untuk melakukannya di platform ritel online Bukalapak. 

    Platform pembayaran DANA yang diintegrasikan di Bukalapak juga turut memudahkan konsumen untuk bertransaksi secara cashless di warung-warung. Integrasi ini menjadikan DANA sebagai platform pembayaran dengan pertumbuhan yang cepat.

    “Bukalapak melakukan hal yang benar dalam mencoba membedakan dirinya dari pengecer online yang lebih kuat secara finansial. Bukalapak akan memiliki tahun yang kuat dalam pertumbuhan bisnis inti C2C-nya,  Untuk 2019, kami memperkirakan pertumbuhan 58 persen YoY di GMV untuk platform C2C-nya,” tulis CLSA.

     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.