Ke Ibu-ibu, Mendag Berpesan: Tidak Usah Lagi Beli yang Branded

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja. shutterstock.com

    Ilustrasi belanja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berpesan kepada ibu-ibu untuk berbelanja produk dalam negeri saja. Hal itu kata Mendag, bertujuan untuk menekan produk impor.

    "Pakai produk lokal, tidak usah lagi yg branded-branded. Dari aksesoris, tas-tas yang dari eceng gondok dan dari berbagai hal bagus," kata Enggartiasto dalam acara Shopee 11.11 di Grand Hyatt, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    Mendag mengatakan busana fashion lokal saat ini sudah terkenal. Di mana, dia melihat busana muslim atau hijab sudah sangat diminati dengan permintaan yang tinggi.

    "Untuk pasar lokal, kita Shopee punya nama terpercaya, silakan dan terutama dicari produk lokal. Nah dahulukan lah itu. Sebab kalau bukan kita, siapa lagi yang mencintai (produk lokal) ," kata Enggartiasto.

    Dalam kesempatan itu, Mendag juga menantang platform e-commerce Shopee untuk hanya menjual produk lokal Indonesia sehari dalam setiap bulan. Menurut dia, hal itu, dapat mendorong daya saing pelaku UMKM lokas di pasar international, maupun pasar lokal sendiri. "Ada baiknya kalau secara bersama-sama dipikirkan sehari saja dalam sebulan hanya menjual produk lokal," kata Enggar.

    Mendag menilai jika program itu diterapkan, bisa menjadi stimulus dalam menghadapi kondisi perekonomian global saat ini. Ketika itu terwujud nantinya, kata dia, pemerintah akan menyiapkan kebijakan yang lebih akomodatif.

    "Kami bersama Kementerian Keuangan melalui DJBC (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai) akan menyusun langkah-langkah pengamanan, termasuk pengamanan kepada konsumen agar hak-hak konsumen bisa dipenuhi," kata Mendag.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.