Antisipasi Resesi, Kemenperin Hapus Aturan Penghambat Ekspor

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ekspor Import. Getty Images

    Ilustrasi Ekspor Import. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan segera menghapus sejumlah regulasi yang selama ini telah dikeluhkan menghambat investasi dan ekspor. Kebijakan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi resesi global yang diprediksi banyak pihak bakal datang dalam waktu dekat.

    "Urgensi penghapusan beberapa regulasi tersebut untuk meningkatkan efisiensi produksi dan meningkatkan ekspor yang pada akhirnya akan menarik investasi," kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono lewat aplikasi pesan di Jakarta, Jumat 11 Oktober 2019.

    Sigit menyampaikan, terdapat berbagai macam rekomendasi teknis dari aturan 12 komoditas yang rencananya akan dihapus. "Kebanyakan komoditas logam. Dibahas dengan Kementerian Perdagangan karena terkait beberapa Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag)," katanya.

    Menurut data Kemenperin, kuartal I tahun 2019 diwarnai dengan perlambatan sektor manufaktur di beberapa belahan dunia.
    Dalam laporan yang dirilis United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), perlambatan ini terjadi sebagai dampak perang dagang Amerika Serikat dan Cina serta pemberlakuan tarif dari Uni Eropa.

    “Saat ini perekonomian global sedang melambat, karena ada faktor-faktor internasional. Kondisi ini berimbas pada produksi sektor industri di sejumlah negara dunia,” kata Sigit.

    Berdasarkan data UNIDO, pada kuartal I-2019, tingkat pertumbuhan manufaktur dari negara-negara industri hanya sekitar 0,4 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi secara konsisten di setiap triwulan, yang sebelumnya mencapai 3,5 persen pada akhir 2017.

    Ancaman resesi semakin nyata dengan anjloknya  pertumbuhan  Amerika Latin pada kuartal pertama tahun ini. Kontraksi terjadi 1,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, terutama disebabkan oleh resesi yang berkelanjutan dari Argentina dan penurunan angka manufaktur Brasil.

    Sementara itu, menurut data Kemenperin, PDB dari sektor manufaktur di Indonesia mencapai Rp565 triliun pada kuartal II tahun 2019, meningkat dibanding perolehan di kuartal I-2019 sebesar Rp555 triliun. Capaian kuartal kedua tersebut tertinggi, karena rata-rata PDB manufaktur Indonesia per kuartal sekitar Rp468 triliun dari periode 2010-2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.