Menhub Akan Boyong ART Hingga LRT di Ibu Kota Baru

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengaturan lalu lintas jalur khusus angkutan umum saat uji coba di bawah Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan uji coba satu jalur khusus yang hanya dapat dilewati oleh angkutan umum selama satu bulan tersebut sebagai bagian dari upaya untuk mendorong masyarakat menggunakan area transit plaza sebagai tempat antar jemput. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas melakukan pengaturan lalu lintas jalur khusus angkutan umum saat uji coba di bawah Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan uji coba satu jalur khusus yang hanya dapat dilewati oleh angkutan umum selama satu bulan tersebut sebagai bagian dari upaya untuk mendorong masyarakat menggunakan area transit plaza sebagai tempat antar jemput. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya menjelaskan jenis moda transportasi yang akan digunakan di ibu kota baru. Transportasi yang akan digunakan adalah kombinasi berbagai moda seperti bus rapid transit (BRT), moda raya terpadu (MRT), lintas rel terpadu (LRT) serta autonomous rapid transit (ART), dan bus tanah air (amfibi).

    Pemerintah sudah membuat kriteria angkutan massal di ibu kota baru. Kriteria yang diinginkan yakni, masyarakat harus membiasakan berjalan kaki dengan jarak antargedung harus dapat ditempuh berjalan kaki dalam 10 menit. Sementara itu, untuk jarak jauh di atas 5 kilometer tidak boleh lebih dari 30 menit. Adapun, penggunaan teknologi transportasi harus semodern mungkin.

    "Teknologi seperti MRT, ART, Autonomous Rapid Transit akan kita hadirkan di sana. Teknologi itu sendiri masih belum terlalu banyak dilakukan tetapi dengan suatu semangat yang baik, dengan kemampuan teknologi yang dimiliki oleh teman-teman kita di PT Inka di kereta api, kita yakin dapat melakukan itu semua," ujarnya Kamis, 10 Oktober 2019.

    Penggunaan berbagai teknologi transportasi ini perlu persiapan yang baik, terutama harus memenuhi faktor waktu tempuh, sistem tiket yang sederhana dan advance. "Kita lakukan dengan lebih advance. Kata smart sekali lagi menjadi suatu catatan menjadi catatan untuk konsep transportasi massal," ujarnya.

    Inovasi-inovasi di ibu kota baru itu, kata Wiranto, harus berbasis rel bahkan kalau diperlukan adalah angkutan kapal. Dia menjelaskan ART merupakan moda yang memang baru di Indonesia, bentuknya seperti kereta cepat tetapi dapat digunakan di jalan raya dan berbasis rel. "Saya pikir ini suatu studi, kita akan lihat apa utilisasi itu akan berikan suatu efektivitas bisa terjadi atau tidak, tapi kalau kereta listrik bisa dipastikan (ada)," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.