Pindah Ibu Kota Baru, Rudiantara Akan Buat Kalimantan Ring

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik ITCI Hutani Manunggal di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Kementerian LHK menyatakan fungsi dan peruntukan kawasan hutan termasuk HTI dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah untuk alokasi ibu kota baru. ANTARA

    Lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik ITCI Hutani Manunggal di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Kementerian LHK menyatakan fungsi dan peruntukan kawasan hutan termasuk HTI dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah untuk alokasi ibu kota baru. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pemerintah akan membangun jaringan Kalimantan Ring di ibu kota baru di Penajam Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Jaringan Kalimantan Ring itu untuk mendukung kemudahan akses telekomunikasi dan internet.

    "Saya telah berbicara kepada operator untuk desain Pulau Kalimantan, kalau Indonesia punya Palapa Ring, saya minta di Kalimantan ada Kalimantan Ring," kata Rudiantara di kantor Bukalapak, Jakarta Selatan, Selasa, 8 Oktober 2019.

    Ia menyebut kemungkinan dalam 10 tahun mendatang di Pulau Kalimantan akan memiliki gateway untuk traffic daya sendiri. Hal ini akan mengurangi lambatnya akses internte dan memberikan akses yang lebih cepat bagi ibu kota baru dan wilayah Kalimantan pada umumnya.

    Saat ini Kementerian Kominfo memiliki program pembangunan 131 Kabupaten tertinggal dan pembuatan seribu Base Transcheiver Station (BTS). Rudiantara mengatakan untuk mendukung keberlangsungan akses komunikasi dari ibu kota baru dan sekitar, dibutuhkan jaringan khusus bagi wilayah tersebut.

    Sebelumnya, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan bahwa ibu kota baru tidak boleh seperti kota yang biasa saja, dengan akses internet harus berbeda dengan kota lainnya. Misalnya untuk jaringan internet, bisa dipertimbangkan untuk menggunakan layanan 5G dan bukan 4G.

    "Pesan itu berulang kali disampaikan Presiden Joko Widodo. Saya juga pernah diajak ke Astana di Khazakhstan dan memang kota di sana futuristik sekali. Bangunannya kalau dilihat seperti science fiction di film," ujarnya saat memberikan welcoming speech dalam Talkshow Kesiapan Kalimantan Timur Sebagai Ibu Kota Negara, Selasa 1 Oktober 2019.

    Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan keberadaan universitas berstandar dunia. Meski jurusannya tidak harus semua ada, Bambang menegaskan harus ada jurusan yang memiliki visi jauh ke depan seperti sains, teknik, dan matematika.

    EKO WAHYUDI | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).