Mendag Minta E-Commerce Sediakan Hari Khusus Produk Dalam Negeri

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta kesadaran pelaku e-commerce atau perdagangan online tanah air untuk bisa menyediakan satu hari dalam seminggu, khusus untuk penjualan produk dalam negeri. Permintaan ini disampaikan Enggar di tengah derasnya barang impor yang diperjualbelikan di platform e-commerce di tanah air.

    “Saya rasa kalau ada kesadaran, itu lebih baik, karena kalau bentuknya kewajiban, itu bisa menimbulkan resistensi dan dampak dari luar negeri,” kata Enggar saat menghadiri acara peluncuran program “From Local Go Global” di Mall Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu 6 Oktober 2019.

    Menurut dia, pemerintah sangat berharap adanya komitmen bersama dari pelaku e-commerce untuk menjalankannya. Dia bahkan sempat bercanda untuk mengumumkan perusahaan e-commerce yang nantinya tidak menjalankan komitmen tersebut. 

    “Saya bersedia melakukan jumpa pers, walau sudah pensiun, kalau dia (perusahaan e-commerce) yang tidak komit,” kata Enggar, disambut tawa peserta acara. Masa jabatan Enggar sebagai menteri akan berakhir pada 20 Oktober 2019 nanti seiring dengan pelantikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi periode kedua. 

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan 90 persen dari produk di marketplace e-commerce Indonesia adalah barang impor. Namun, Ketua umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung mempertanyakannya. “Datanya dari mana?” kata dia, Agustus 2019 lalu.

    Dalam acara di Mall Sarinah, Ahad lalu, Enggar membenarkan pernyataan Gati. Sebab, salah satu pelaku e-commerce mengakui bahwa 90 persen produk yang dijual di platform mereka adalah barang impor. “Dia pun jujur, tidak bisa hentikan itu,” kata dia.

    Enggar berkomitmen untuk membantu pelaku e-commerce mengendalikan produk impor tersebut. Salah satunya dengan penyediaan hari khusus produk dalam negeri tersebut. Nantinya, kata Enggar, pelaku offline pun juga bisa terlibat di dalamnya. “Karena dengan bersinergilah, offline online, penjualan akan meningkat,” kata dia.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.