Enam Hal yang Harus Dicermati Pemula Sebelum Bermain Saham

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham saat Public Expose Live 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atau yang biasa disebut Self Regulatory Organization (SRO) menggelar Public Expose Live 2019 yang diikuti 42 emiten. TEMPO/Tony Hartawan

    Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham saat Public Expose Live 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atau yang biasa disebut Self Regulatory Organization (SRO) menggelar Public Expose Live 2019 yang diikuti 42 emiten. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar saham adalah salah satu tempat berinvestasi yang legal dan berpotensi menghasilkan keuntungan tinggi. Warren Edward Buffett adalah salah satu contoh orang yang suskses di saham paling populer di dunia dan banyak dijadikan panutan.

    Buffett pernah jadi orang terkaya ketiga di dunia pada 2015 versi majalah Forbes. Pada 2012, ia didapuk oleh majalah Time sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia. Tahun ini kekayaannya diperkirakan mencapai US$81,7 miliar.

    Di Indonesia juga ada nama Lo Kheng Hong yang sukses berinvestasi di pasar saham. Pria kelahiran 20 Februari 1959 itu adalah Warren Buffett-nya Indonesia. Menurutnya, menjadi seorang investor saham itu bisa membuat kaya, sekalipun ditinggal tidur. Menurut sejumlah sumber, pada 2012 saja ia memiliki aset berupa saham bernilai Rp 2,5 triliun.

    Beberapa langkah berikut ini bisa menjadi strategi investasi saham untuk pemula.

    1. Investasikan Waktu Sebelum Uang
    Sebelum benar-benar terjun ke saham, Anda bisa alokasikan waktu mempelajari dasar-dasar investasi saham. Pahami istilah-istilah yang sering digunakan agar tidak bingung dan malah membuat pusing kepala.

    Asah kemampuan dengan memakai akun trading yang disediakan untuk simulasi perdagangan di pasar saham, contonya RTI atau Stockbit. Bergabunglah ke komunitas atau grup media sosial yang khusus membahas saham.

    Biasanya di forum seperti itu ada orang-orang yang sudah cukup ahli dan bisa menjadi tempat bertanya. Beberapa forum juga memberikan rekomendasi. Untuk rekomendasi saham, bisa juga didapat dari pihak sekuritas tempat anda mendaftarkan akun trading, atau membaca ulasannya di website berita ekonomi dan bisnis. Selain itu banyak membaca buku tentang saham.

    2. Mulailah Dari Jumlah Kecil
    Semakin besar dana dipertaruhkan, maka semakin tinggi pula risikonya. Sebagai pemula sebaiknya mulai dengan dana kecil, bisa Rp 10 juta – Rp 30 juta. Bahkan banyak yang memulai investasi saham dengan nominal ratusan ribu.

    Jika mau memulainya dari angka kecil, bisa memilih perusahaan sekuritas yang menyediakan akun dengan minimal deposit awal Rp100.000. Namun, biasanya kutipan fee per transaksinya sedikit lebih tinggi dari akun yang depositnya besar.

    3. Amati Situasi Ekonomi dan Politik
    Peka terhadap situasi ekonomi dan politik ini penting untuk mengambil keputusan, karenanya rajin-rajinlah menyimak berita bisnis, ekonomi, dan politik. Berita politik bisa jadi berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan seringkali berpengaruh langsung terhadap masa depan perusahaan yang sahamnya Anda pegang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.