Bos Indofood Ogah Komentari Hilangnya Pepsi dari Peredaran

Reporter

Ilustrasi Pepsi. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang enggan berkomentar mengenai kabar hilangnya minuman bersoda asal Amerika Serikat, Pepsi, dari peredaran.

"Itu saya enggak bisa berbicara mengenai Pepsi. Karena itu ada corporate secretary, corporate investment communication, saya kira adlam satu dua hari ini mereka akan memberikan pengumuman," ujar dia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 27 September 2019.

Saat ini, merek Pepsi didistribusikan produsen makanan minuman Indofood. Sejak Juni 2013, Indofood telah mengakuisisi perusahaan produsen minuman PT Pepsi -Cola Indobeverages (PCIB). Akuisisi itu dilakukan oleh anak usaha Indofood yakni PT Indofood Asahi Sukses Beverage (IASB) dan PT Asahi Indofood Beverage Makmur (AIBM).

Tiga gerai minimarket dari jaringan ritel yang berbeda terpantau tak lagi menjual minuman soda bermerek Pepsi. Tiga jaringan ritel tersebut adalah Indomaret, Alfa Express, dan Lawson.

Hal ini diketahui setelah Tempo mencoba melakukan pembelian minuman tersebut di kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat. Ketiga jaringan ritel tersebut terlihat kompak, tak lagi memajang minuman soda merek Pepsi.

Salah satu pegawai dari jaringan ritel Indomaret mengatakan bahwa sudah lama minuman soda bermerk Pepsi tak lagi dijual di sana. "Ada mungkin 3 bulan kami tidak menjual," kata petugas laki-laki tersebut yang tengah menata minuman dalam rak kepada Tempo.

Senada, pegawai pada jaringan ritel Alfa Express juga menyatakan hal serupa. Dia mengatakan sudah lebih dari tiga bulan minuman soda merek Pepsi tak lagi dijual di sana. "Wah udah enggak ada. Ada mungkin tiga bulanan," kata pegawai tersebut.

Dari pantauan Tempo di ketiga gerai tersebut, baik Pepsi berbentuk botol plastik maupun kalengan tak lagi terlihat. Begitu juga halnya dengan minuman Pepsi yang berukuran jumbo sebesar 1,5 liter. Ketiga gerai ritel tersebut hanya memajang Big Cola atau Coca Cola.

Sebelumnya, beberapa hari terakhir publik mendapat informasi bahwa minuman soda dengan merek Pepsi telah hilang dari peredaran. Hilangnya Pepsi dari peredaran di pasar tersebut belum diketahui duduk perkaranya.

CAESAR AKBAR | DIAS PRASONGKO






Profil Axton Salim Putra Mahkota Indofood dan Grup Salim, Generasi ke-3 Konglomerat Liem Sioe Liong

4 hari lalu

Profil Axton Salim Putra Mahkota Indofood dan Grup Salim, Generasi ke-3 Konglomerat Liem Sioe Liong

Axton Salim merupakan sulung Anthoni Salim dan cucu dari Sudono Salim atau Liem Sioe Liong. Ia putra mahkotaIndoffod dan Salim Group.


Profil Astrid Salim Putri Konglomerat Anthony Salim, Berada di Dunia Seni dan Bisnis Unggas

8 hari lalu

Profil Astrid Salim Putri Konglomerat Anthony Salim, Berada di Dunia Seni dan Bisnis Unggas

Astrid Salim, putri bungsu konglomerat Anthony Salim ini memegang kendali bisnis unggas Salim Group. Memiliki minat pula dalam dunia seni.


Mahasiswa Ditantang Meneliti Peluang Pangan dari Kearifan Lokal

21 hari lalu

Mahasiswa Ditantang Meneliti Peluang Pangan dari Kearifan Lokal

Perlu terobosan yang sustainable untuk keamanan pangan nasional. Mahasiswa diajak untuk melihat peluang pangan dari kearifan lokal.


Laba Produsen Indomie Turun Akibat Kenaikan Harga Bahan Baku

24 hari lalu

Laba Produsen Indomie Turun Akibat Kenaikan Harga Bahan Baku

Laba produsen Indomie turun meski penjualan sepanjang enam bulan pertama tahun ini lebih tinggi ketimbang tahun lalu.


Antrean Panjang Kendaraan Menjelang Kenaikan Harga BBM , Erick Thohir Rombak Direksi BNI

24 hari lalu

Antrean Panjang Kendaraan Menjelang Kenaikan Harga BBM , Erick Thohir Rombak Direksi BNI

Berita terpopuler bisnis pada Rabu, 31 Agustus 2022, dimulai dari antrean kendaraan mengular di SPBU menjelang kenaikan harga BBM subsidi diumumkan.


Terkini: Bantalan Sosial Rp 24,17 Triliun Dianggap Tak Cukup, Penjelasan Anthoni Salim Soal Laba Indofood

25 hari lalu

Terkini: Bantalan Sosial Rp 24,17 Triliun Dianggap Tak Cukup, Penjelasan Anthoni Salim Soal Laba Indofood

Berita terkini bisnis dimulai dari tambahan bantalan sosial Rp 24,17 triliun yang dianggap tak akan sebanding dengan dampak kenaikan harga BBM subsidi


Laba Indofood CBP Sukses Makmur Jeblok 40 Persen, Ini Penjelasan Lengkap Anthoni Salim

25 hari lalu

Laba Indofood CBP Sukses Makmur Jeblok 40 Persen, Ini Penjelasan Lengkap Anthoni Salim

Anthoni Salim blak-blakan menanggapi penurunan laba yang dialami oleh Indofood Sukses Makmur dan Indofood CBP Sukses Makmur.


Bos Indofood Cerita Soal Sorgum untuk Gantikan Gandum dalam Produksi Mi Instan

43 hari lalu

Bos Indofood Cerita Soal Sorgum untuk Gantikan Gandum dalam Produksi Mi Instan

Direktur Indofood menanggapi wacana yang berkembang soal pengembangan sorgum untuk menggantikan gandum yang diimpor dalam pembuatan mi instan.


Gandum Langka, Indofood Bakal Kembangkan Mi Instan Berbahan Sorgum

43 hari lalu

Gandum Langka, Indofood Bakal Kembangkan Mi Instan Berbahan Sorgum

Wacana penanaman sorgum dalam jumlah besar muncul setelah sembilan negara mengungumkan menyetop sementara ekspor gandum di tengah gejolak geopolitik.


Harga Mi Instan Disebut Akan Naik 3 Kali Lipat, Zulkifli Hasan: Gandum Turun per September

45 hari lalu

Harga Mi Instan Disebut Akan Naik 3 Kali Lipat, Zulkifli Hasan: Gandum Turun per September

Zulkifli Hasan yakin harga mi instan tidak bakal melonjak hingga tiga kali lipat seperti yang disebut oleh Menteri Pertanian sebelumnya. Kenapa?