Papua Panas Lagi, Tiga Penerbangan ke Wamena Ditunda

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara melintas di samping bangkai mobil yang hangus terbakar di Jayapura, Papua, Sabtu, 31 Agustus 2019. Kota Jayapura sudah mulai berangsur-angsur kondusif pasca-kerusuhan. ANTARA/Zabur Karuru

    Pengendara melintas di samping bangkai mobil yang hangus terbakar di Jayapura, Papua, Sabtu, 31 Agustus 2019. Kota Jayapura sudah mulai berangsur-angsur kondusif pasca-kerusuhan. ANTARA/Zabur Karuru

    Tempo.Co, Jakarta - Sebanyak tiga penerbangan menuju Bandara Wamena, Papua ditunda pada Senin pagi, 23 September 2019. Penundaan tersebut menyusul kerusuhan yang kembali memanas di Kota Wamena, Papua.

    "Tiga penerbangan dari Jayapura ke Wamena ditunda. Mungkin penerbangan akan dialihkan nanti siang," ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Wamena Joko Harjani saat dihubungi Tempo pada Senin, 23 September 2019.

    Meski terjadi penundaan penerbangan, Joko memastikan kondisi bandara aman. Operasional bandara juga berjalan seperti biasa. Saat ini, pihaknya memastikan tidak menutup kegiatan di bandara.

    Adapun setelah penundaan jadwal penerbangan dilakukan, sampai berita ini ditulis, Joko memastikan belum ada pesawat yang mendarat di Wamena. Ia mengatakan maskapai mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan penumpang.

    Joko memastikan saat ini kondisi di sekitar Kota Wamena telah mulai membaik. Bandara Wamena yang letaknya 1 kilometer dari pusat kota juga dipastikan berada dalam keadaan aman.

    Bandara Wamena, Papua melayani rute penerbangan domestik dan perintis. “Rute domestik paling besar ke Jayapura,” ujar Joko.

    Penerbangan dari dan menuju Jayapura dilayani dengan pesawat Wings Air dan Trigana Air. Sedangkan penumpang pesawat perintis diangkut menggunakan Susi Air, Sam Air, dan Dominim Air.

    Sementara itu, penerbangan kargo dilayani menggunakan pesawat Trigana Air, Jayawijaya Air, My Indo Air, dan Deraya Air. Joko mencatat, UPBU Wamena melayani 120 pergerakan pesawat setiap hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling Virtual di Masa Pandemi Covid-19

    Dorongan untuk tetap berjalan-jalan dan bertamasya selama pandemi Covid-19 masih tinggi.