Pamit, Begini Rencana Ketua BPK Setelah Pensiun

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mentri Keuangan Sri Mulyani memberi ucapan selamat kepada Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara dan Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar (tengah)di Mahkamah Agung Jakarta, 26 April 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Mentri Keuangan Sri Mulyani memberi ucapan selamat kepada Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara dan Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar (tengah)di Mahkamah Agung Jakarta, 26 April 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK, Moermahadi Soerja Djanegara sudah menyiapkan rencana selepas pensiun dari jabatannya pada Oktober 2019. Ia mengatakan bakal kembali mengajar bila sudah lengser dari jabatan orang nomor satu di lembaga audit negara tersebut.

    "Ya mengajar, saya mengajar kalau sudah pensiun, balik lagi ke sekolah," ujar Moermahadi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 17 September 2019.  Moermahadi tercatat sebagai guru besar STIE Kesatuan Bogor.

    Dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen hari ini, Moermahadi memang sudah berpamitan dengan para anggota DPR. Ia mengatakan Laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2019 itu adalah yang terakhir dari BPK periodenya.

    "Kami perlu menyampaikan bahwa IHPS I Tahun 2019 ini merupakan laporan capaian kinerja terakhir dari pimpinan BPK 2014-2019, kami selaku pimpinan BPK mohon pamit dan undur diri," kata Moermahadi. "Kami mengapresiasi dukungan dan bantuan dari pimpinan DPR dan jajaran DPR selama masa kepemimpinan kami di BPK, masih banyak pekerjaan rumah kami dalam mendorong pengelolaan keuangan negara sesuai dengan renstra BPK 2015-2019."

    Meski demikian, hingga kini anggota BPK anyar masih belum juga ditetapkan. Moermahadi berharap anggota periode penerusnya itu segera terpilih. Sebab, masa jabatannya segera habis, yaitu pada 16 Oktober 2019.

    Semestinya, para pengurus periode berikutnya sudah terpilih pada 16 September 2019. Berdasarkan peraturan perundangan, hal tersebut dimaksudkan agar tidak ada kekosongan jabatan di lembaga audit negara tersebut. "Memang sekarang sudah terlambat, tapi jangan sampai ada kekosongan, paling tidak 16 Oktober sudah dilantik yang baru," ujar Moermahadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.