Sektor Prospektif Versi Bos Bank Mandiri Saat Ekonomi Melambat

Ilustrasi Bank Mandiri. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Keuangan dan Strategi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Panji Irawan menyebut masih banyak peluang bagi pelaku usaha pada sejumlah sektor meski saat ini ekonomi dunia masih akan melambat pada tahun 2020. Sektor-sektor yang masih positif tersebut didorong oleh program-program pemerintah.

"Beberapa sektor yang prospektif adalah yang didorong oleh berbagai program pemerintah, yaitu sektor jasa kesehatan, farmasi, pendidikan, ekonomi kreatif dan pariwisata," kata Panji di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Senin 9 September 2019.

Peluang tersebut, kata Panji, terbuka khususnya bila dilihat dari peluang bisnis baik bagi industri perbankan nasional. Peluang itu tersirat lewat peluang dalam hal bisnis kredit dan bisnis transaksi.

Panji mencontohkan, di sektor jasa kesehatan. Di tengah kondisi ekonomi yang buruk pada 1998 dan 2008, sektor ini masih tetap bisa bertahan dan menjadi menopang pertumbuhan. Apalagi, dengan dukungan sektor farmasi khususnya obat baik generik maupun non generik yang harganya terus merangkak.

Kemudian di sektor pendidikan juga masih berpeluang terbuka dan prospektif. Apalagi jika institusi pendidikan dipandang baik dan layak. Misalnya, kualitas institusi tersebut setara dengan instansi pendidikan setara di luar negeri. Keberadaan institusi pendidikan yang setara di luar negeri bisa menghemat devisa ke luar negeri, juga membuat asing berminat untuk studi ke Indonesia sehingga mendatangkan devisa.

Panji melanjutkan, selain sektor-sektor itu, sektor seperti infrastruktur, diperkirakan masih akan positif. Selanjutnya, adapula sektor perdagangan fast moving consumer goods (FMCG) dan sektor telekomunikasi yang diperkirakan masih tumbuh positif.

Panji mencontohkan, untuk sektor FMCG, masih berpeluang tumbuh karena banyaknya barang yang setiap hari dikonsumsi. Jika dihitung kasar, maka setiap hari ada sebanyak 260 juta jiwa penduduk yang setiap hari beli mesti membeli berbagai macam kebutuhan seperti pasta gigi, sabun, sikat gigi dan hingga makanan.

"Sementara itu, sektor telekomunikasi sejalan dengan membaiknya daya beli masyarakat dan terus peningkatan penetrasi pengguna internet. Ini potensi tumbuh jangan dilupakan," kata Panji.

Ancaman resesi global sebelumnya menjadi perhatian firma konsultan global, McKinsey & Co. Resesi global dikhawatirkan bakal memukul kondisi perekonomian Asia hingga terjadi krisis seperti yang pernah berlangsung pada 1997. Laporan McKinsey & Co menyatakan ada tiga kondisi fundamental yang mengalami tekanan di negara-negara Asia. Ketiganya adalah sektor riil, sistem keuangan yang rentan, dan arus modal yang terus masuk ke kawasan Asia telah menciptakan porsi yang lebih besar pada moda dari luar.


DIAS PRASONGKO






YouTube Rilis Fitur Periksa untuk Lawan Hoaks di Bidang Kesehatan

5 jam lalu

YouTube Rilis Fitur Periksa untuk Lawan Hoaks di Bidang Kesehatan

Konten kesehatan salah satu konten yang paling banyak mengandung misinformasi. Fitur YouTube Periksa diharapkan bisa bantu promosi kesehatan.


Manfaat Mencium Bau Alam bagi Kesehatan

15 jam lalu

Manfaat Mencium Bau Alam bagi Kesehatan

Penelitian menunjukkan alam berkontribusi pada kesejahteraan fisik, emosional, dan mental orang sehingga aromanya sangat baik untuk dihirup.


Bahlil Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen, Jauh dari Resesi

1 hari lalu

Bahlil Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen, Jauh dari Resesi

Bahlil Lahadalia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan berada di atas 5 persen.


Subsidi BBM Bengkak Hingga Rp 502 Triliun, Harga Pertalite dan Solar Bakal Naik?

2 hari lalu

Subsidi BBM Bengkak Hingga Rp 502 Triliun, Harga Pertalite dan Solar Bakal Naik?

Arifin Tasrif masih belum memberikan kepastian soal kenaikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar.


Di Ambang Resesi

6 hari lalu

Di Ambang Resesi

Konsumsi masyarakat melemah dan pertumbuhan ekonomi terancam melambat. Dunia pun berada di ambang resesi.


Erick Thohir Minta BUMN Jangan Jadi Dinosaurus Karena Tak Bisa Beradaptasi, Apa Maksudnya?

7 hari lalu

Erick Thohir Minta BUMN Jangan Jadi Dinosaurus Karena Tak Bisa Beradaptasi, Apa Maksudnya?

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tak ingin melihat perusahaan-perusahaan negara layaknya Dinosarus yang mati ketinggalan zaman karena tak mampu beradaptasi meskipun memiliku tubuh yang besar.


Perusahaan Suplemen Kesehatan Ini Rilis Bisnis Berbasis Digital di Indonesia

8 hari lalu

Perusahaan Suplemen Kesehatan Ini Rilis Bisnis Berbasis Digital di Indonesia

Perusahaan Suplemen kesehatan asal Malaysia, Eskayvie merilis sistem bisnis berbasis digital melalui Eskayvie Nexus Indonesia.


Airlangga Berharap Ekonomi Tahun Depan Tumbuh 5,9 Persen

8 hari lalu

Airlangga Berharap Ekonomi Tahun Depan Tumbuh 5,9 Persen

Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi pada keseluruhan 2022 sebesar 5,2 persen.


3 Teknik Mudah untuk Menghalau Pikiran Negatif

9 hari lalu

3 Teknik Mudah untuk Menghalau Pikiran Negatif

Kuncinya di sini adalah untuk menginterupsi pikiran negatif tersebut dan mengarahkannya kembali sebelum Anda mempercayainya dengan sepenuh hati


12 Manfaat Kesehatan Petai

9 hari lalu

12 Manfaat Kesehatan Petai

Meski baunya kurang sedap, petai mengandung banyak nutrisi yang baik bagi tubuh. Berikut manfaat petai bagi kesehatan.