Resmi Diluncurkan, Motor Listrik Bisa Disewa Rp 2 Juta Per Bulan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Astra International dan Gojek berkolaboras menguji coba sepeda motor listrik Honda PCX Electric untuk layanan transportasi berbasis aplikasi di Indonesia. 25 Juli 2019. (Gojek)

    Astra International dan Gojek berkolaboras menguji coba sepeda motor listrik Honda PCX Electric untuk layanan transportasi berbasis aplikasi di Indonesia. 25 Juli 2019. (Gojek)

    TEMPO.CO,Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan hari ini prototipe motor listrik hasil kerja sama New Energy Technology Development Organization (NEDO), Panasonic, dan Honda resmi diluncurkan di Bandung. Motor ini tersedia untuk disewa dengan tarif Rp 2 juta per bulan.

    Sistem sewa ini terpaksa dilakukan lantaran harga motor listrik yang terbilang mahal. "Kami mau mendorong dengan sistem sewa sebulan Rp 2 juta," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019.

    Airlangga menjelaskan, setiap motor yang disewa dilengkapi dengan dua baterai. Baterai-baterai tersebut bisa ditukar di lokasi-lokasi tertentu seperti stasiun pengisian bahan bakar umum.

    Sepeda motor listrik ini bisa berjalan hingga kecepatan 40 kilometer per jam. Adapun masing-masing baterai memiliki berat 10 kilogram

    Menurut Airlangga, Bandung sengaja dipilih sebagai lokasi uji coba lantaran daerahnya yang tidak terlalu luas. Tahap uji coba ini akan memakan waktu tiga sampai empat bulan ke depan.

    Setelah uji coba di Bandung, sasaran lokasi selanjutnya adalah DKI Jakarta dan Bali. "Kami harapkan Pemda DKI, Jawa Barat, dan Bali akan menjadi pionir untuk launching motor listrik. Ini diperlukan untuk mengurangi polusi udara," tutur Airlangga.

    Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Harjanto, mengungkapkan akan menggandeng Gojek dan Grab Indonesia dalam uji coba motor listrik. Uji coba motor listrik itu dilakukan terkait kerja sama Kemenperin dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) untuk mengakselerasi penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air.

    Menurut Harjanto, kedua perusahaan aplikasi transportasi itu mempunyai puluhan juta pengguna aktif dan ratusan ribu pengemudi di seluruh Indonesia sehingga potensial sebagai pengguna motor listrik. "Gojek dan Grab terlibat dalam proyek percontohan yang dinamakan The Demonstration Project To Increase Energy Efficiency Through Utilization Of Electric Vehicle And Mobile Battery Sharing," katanya di Kemenperin, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Agustus 2019.

    Harjanto mengungkapkan, proyek uji coba motor listrik tidak hanya bertujuan untuk mengenalkannya, tetapi juga untuk mendorong tumbuhnya pasar. Dengan demikian, basis pengembangan industri kendaraan listrik di dalam negeri bisa dibentuk.

     

    AHMAD FAIZ | EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.