Perbankan Diminta Segera Menurunkan Suku Bunga Kredit

Gubernur BI Perry Warjiyo (dua dari kiri) bersama jajarannya memberikan keterangan kepada wartawan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. BI juga menaikkan suku bunga deposit facility 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility 25 bps menjadi 6,25 persen. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Chief Economist PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Winang Budoyo berharap penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,50 persen segera diikuti pelaku industri perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit dan deposito.

“Kami memandang penurunan suku bunga acuan BI yang untuk kedua kalinya ini memang dibutuhkan sebagai bold statement BI bahwa suku bunga di Indonesia memang sudah dalam tren yang menurun, sehingga bank-bank akan mengikuti dengan menurunkan suku bunganya,” kata Winang, sepeprti disampaikan dalam analisisnya yang diterima Bisnis, Sabtu 24 Agustus 2019.

Dia mengatakan sepanjang bulan Juli 2019, suku bunga deposito memang sudah turun tapi hanya 3 basis points (bps) menjadi 6,66 persen. Dengan adanya bold statement tersebut, maka penurunan suku bunga deposito akan dapat lebih besar lagi.

“Dengan kondisi ini kami memandang bahwa penurunan 1-2 kali lagi pada 2019 masih dimungkinkan dan akan dapat semakin mendorong bank untuk menurunkan suku bunga,” lanjutnya.

Seperti diketahui, ini adalah kali keduanya BI menurunkan suku bunga acuan (BI 7 Days Reverse Repo Rate/BI7DRRR) pada 2019 setelah yang pertama kalinya pada Juli 2019.

Pengambilan keputusan itu dilandasi tiga hal, yakni inflasi yang tetap rendah dan diperkirakan akan berada di bawah titik tengah sasaran (sasaran inflasi BI tahun 2019 yakni 3,5 persen +/- 1 persen), tetap menariknya imbal hasil investasi aset keuangan domestik, dan langkah pre-emptive untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari sisi global, BI memandang bahwa pelemahan ekonomi dunia terus berlanjut dan merevisi ke bawah pertumbuhan ekonomi dunia untuk tahun 2019 dan 2020 dengan pengecualian ekonomi AS. Perang dagang antara As dan Tiongkok masih berlanjut dengan ekskalassi yang meningkat. Dengan kedua asumsi ini, BI memperkirakan suku bunga acuan the Fed hanya akan diturunkan sebanyak 1 kali untuk masing-masing tahun 2019 dan 2020.

Walau begitu, BI tidak mengesampingkan munculnya down-side risks atas asumsi-asumsi di mana total tarif (25 persen dan 10 persen) sudah dikenakan oleh AS kepada barang impor dari Tiongkok, yang mendorong ke bawah pertumbuhan ekonomi global. Dalam skenario ini, BI memperkirakan Federal Fund Rate (FFR) bisa turun sebanyak 3 kali masing-masing pada 2019 dan 2020.

Ke depannya, BI menyebutkan akan melanjutkan bauran kebijakan moneter yang akomodatif yang dapat dilakukan  dengan pilihan kebijakan makroprudensial, giro wajib minimum (GWM), atau suku bunga acuan.






29 Bank Masuk BI Fast, Mewakili 87 Persen Sistem Pembayaran Ritel Nasional

9 jam lalu

29 Bank Masuk BI Fast, Mewakili 87 Persen Sistem Pembayaran Ritel Nasional

Bank Indonesia (BI) mengumumkan ada jumlah peserta BI Fast kini bertambah sebanyak 29 bank.


DANA Luncurkan Layanan QRIS Transfer, Tarik Tunai, dan Setor Tunai

21 jam lalu

DANA Luncurkan Layanan QRIS Transfer, Tarik Tunai, dan Setor Tunai

Dompet digital DANA turut menerapkan sistem QRIS TTS.


Menjelang Libur Akhir Tahun, Harga Telur Ayam di Jakarta Melonjak jadi Rp 29.372 per Kg

1 hari lalu

Menjelang Libur Akhir Tahun, Harga Telur Ayam di Jakarta Melonjak jadi Rp 29.372 per Kg

Harga telur ayam terpantau melonjak di Jakarta dan bahkan melampaui harga rata-rata nasional komoditas tersebut.


Prediksi Inflasi Pekan Keempat November 0,18 Persen, Bank Indonesia: Dipicu Harga Telur

2 hari lalu

Prediksi Inflasi Pekan Keempat November 0,18 Persen, Bank Indonesia: Dipicu Harga Telur

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi hingga pekan keempat November 2022 sebesar 0,18 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).


Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 11,7 T, Mayoritas ke SBN

3 hari lalu

Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 11,7 T, Mayoritas ke SBN

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing masuk bersih senilai Rp11,71 triliun.


Nilai Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah 7 Poin, Tersengat Sentimen Kasus Covid di Cina

3 hari lalu

Nilai Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah 7 Poin, Tersengat Sentimen Kasus Covid di Cina

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan dalam perdagangan akhir pekan ini, mata uang rupiah ditutup melemah 7 poin.


BNI Seoul: Kenaikan Suku Bunga The Fed Menjadi Tantangan Bisnis

4 hari lalu

BNI Seoul: Kenaikan Suku Bunga The Fed Menjadi Tantangan Bisnis

Kenaikan suku bunga acuan The Fed beberapa kali sepanjang tahun 2022 memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan bisnis perbankan.


Indonesia Kalah Sengketa Soal Ekspor Nikel, Apa Manfaat Nikel untuk Peralatan Militer?

5 hari lalu

Indonesia Kalah Sengketa Soal Ekspor Nikel, Apa Manfaat Nikel untuk Peralatan Militer?

Di banyak industri, bahan tambang nikel yang ditemukan pada 1751 ini sudah banyak digunakan, untuk apa saja? Salah satunya untuk peralatan militer.


11 Tahun OJK Gantikan Bapepam-LK, Konglomerasi Sistem Keuangan Jadi Alasan

6 hari lalu

11 Tahun OJK Gantikan Bapepam-LK, Konglomerasi Sistem Keuangan Jadi Alasan

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK telah 11 tahun. Dibentuk menggantikan Bapepam-LK, saat terjadinya konglomerasi sistem keuangan pada 2009.


Bank Indonesia Catat Transaksi Bulanan Kartu Kredit Kisaran Rp 26 T hingga Rp 28 T Sejak 2018

6 hari lalu

Bank Indonesia Catat Transaksi Bulanan Kartu Kredit Kisaran Rp 26 T hingga Rp 28 T Sejak 2018

Bank Indonesia mencatat nilai transaksi kartu kredit sepanajang Januari-September 2022 tembus 250,47 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp231,8 T.