Luhut: 81 Persen Perkebunan Sawit Tidak Memenuhi Ketentuan

Editor

Rahma Tri

Foto udara lahan perkebunan kelapa sawit milik salah satu perusahaan (kiri) dan kebakaran lahan gambut (kanan) Kumpeh Ulu, Muarojambi, Jambi, Selasa, 30 Juli 2019. BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Sultan Thaha Jambi menyebutkan, sebanyak 19 titik panas di wilayah Muarojambi terpantau. ANTARA/Wahdi Septiawan

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil telah menyampaikan hasil temuan lembaganya soal perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan hasil temuan Bank Dunia,maupun BPK sama angkanya.

"Kira-kira 81 persen itu tidak memenuhi ketentuan yang berlaku baik mengenai jumlah luasan, areanya, ISPO, plasmanya," kata Luhut di kantor BPK, Jakarta, Jumat, 23 Agustus 2019.

Dia mengatakan ada lima hingga enam kriteria disampaikan Rizal yang tidak dipenuhi oleh industri kelapa sawit. Berdasarkan temuan, kesalahan tersebut telah dilakukan sejak sekitar 20-25 tahun lalu.

Luhut mencontohkan, kesalahan industri kelapa sawit di masa lalu itu misalnya masuk hutan lindung dam masuk di lahan gambut. "Sekarang kita perbaiki. Harus cari solusinya, tidak boleh dibiarkan gini," ujarnya.

Luhut mengatakan temuannya itu akan segera dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Dari pertemuan dengan presiden, dia yakin akan ada solusi dan tindak lanjut ke depan."Kami sedang susun sekarang kira-kira apa apa ketentuannya," ujar Luhut. "Nanti minta presiden ratas untuk membuat keputusan ini."

Dia juga mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi denda kepada perusahaan yang melanggar. "Apakah nanti denda apakah nanti apa gitu kami sedang hitung. Kami belum tahu, pilihan denda ada, tapi kan kami belum lapor presiden, tapi pasti ada solusinya," kata  Luhut.

HENDARTYO HANGGI






Wamenkeu Sebut Produk Dalam Negeri Bisa Topang Ekonomi RI di Tengah Ancaman Krisis

4 jam lalu

Wamenkeu Sebut Produk Dalam Negeri Bisa Topang Ekonomi RI di Tengah Ancaman Krisis

Wamenkeu mengatakan penggunaan produk dalam negeri bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.


Luhut: Tahun Depan, Belanja Produk Impor Maksimal 5 Persen

6 jam lalu

Luhut: Tahun Depan, Belanja Produk Impor Maksimal 5 Persen

Luhut yakin pengurangan porsi impor ini dapat meningkatkan belanja produk dalam negeri sehingga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.


Terpopuler Bisnis: OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 2024, UMP Jabar Naik 7,88 Persen

19 jam lalu

Terpopuler Bisnis: OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 2024, UMP Jabar Naik 7,88 Persen

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Senin kemarin 28 November 2022, dimulai dari OJK yang resmi memperpanjang restrukturisasi kredit


Terkini Bisnis: Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa, Pro Kontra Program 680 Ribu Rice Cooker

1 hari lalu

Terkini Bisnis: Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa, Pro Kontra Program 680 Ribu Rice Cooker

Berita terkini bisnis hingga siang ini dimulai dari Menteri Luhut yang menegaskan proyek smelter nikel terbesar dunia di Pomalaa harus terus berjalan.


Luhut Tegaskan Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa Harus Berjalan Meski RI Kalah di WTO

1 hari lalu

Luhut Tegaskan Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa Harus Berjalan Meski RI Kalah di WTO

Luhut menegaskan proyek smelter nikel oleh PT Vale Indonesia Tbk di Blok Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara harus berjalan.


Terpopuler: BLT BBM Tahap 2 Cair, Tabungan Nasabah BRI Lenyap Rp 10 Juta

1 hari lalu

Terpopuler: BLT BBM Tahap 2 Cair, Tabungan Nasabah BRI Lenyap Rp 10 Juta

Berita terpopuler kemarin diwarnai isu BLT BBM, hilangnya saldo nasabah BRI, sampai Luhut yang bicara perihal kesehatan lingkungan.


Datangi Proyek HPAL di Sulawesi, Luhut Bicara soal Kepentingan dan Kesehatan Lingkungan

2 hari lalu

Datangi Proyek HPAL di Sulawesi, Luhut Bicara soal Kepentingan dan Kesehatan Lingkungan

Luhut mengklaim pemerintah selalu mementingkan kesehatan lingkungan melalui kebijakan-kebijakannya.


Terkini: Tabungan Nasabah BRI Raib, Luhut Kagumi Lanskap Tidore

2 hari lalu

Terkini: Tabungan Nasabah BRI Raib, Luhut Kagumi Lanskap Tidore

Berita tentang tabungan nasabah BRI yang raib, Luhut mengunjungi Sail Tidore 2022, hingga BLT BBM yang bakal cair paling banyak dibaca pada hari ini.


Ke Tidore, Luhut Kirim Pesan ke Istri: Mengapa RI Dikaruniai Alam Seindah Ini?

2 hari lalu

Ke Tidore, Luhut Kirim Pesan ke Istri: Mengapa RI Dikaruniai Alam Seindah Ini?

Luhut menuturkan Maluku Utara merupakan satu dari lima provinsi dengan indeks kebahagiaan tertinggi di Indonesia pada 2021.


Luhut Sebut Sail Tidore Momentum Rebranding Wisata Bahari hingga Dongkrak Ekonomi Daerah

2 hari lalu

Luhut Sebut Sail Tidore Momentum Rebranding Wisata Bahari hingga Dongkrak Ekonomi Daerah

Luhut menuturkan Sail Tidore menjadi kesempatan Indonesia untuk me-rebranding wisata bahari Nusantara pasca-pandemi.