Kepala BKPM Ungkap Strategi Agar Startup Raih Pendanaan Investor

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kiri) didampingi Seskab Pramono Anung (kanan), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua kanan) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong (kiri) menerima pimpinan Hyundai Motors Group di Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019. Pertemuan tersebut membahas rencana investasi Hyundai Motors Group di Indonesia. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kiri) didampingi Seskab Pramono Anung (kanan), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua kanan) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong (kiri) menerima pimpinan Hyundai Motors Group di Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019. Pertemuan tersebut membahas rencana investasi Hyundai Motors Group di Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong memberikan sejumlah tips agar startup di Indonesia bisa mendapatkan duit alias pendanaan dari para investor. Sebelum menjabat sebagai Kepala BKPM, Thomas memang dikenal sebagai investor dan juga pendiri private equity fund, Quvat Management.

    “Satu cara yang lebih murah, bagi-bagi nomor kartu kredit menteri di sini,” kata Thomas bercanda, disambut tawa peserta acara. Thomas dan para menteri seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, hadir dalam acara Ignite The Nation, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu, 18 Agustus 2019.

    Thomas melanjutkan apa yang menjadi dasar bagi dia sebagai investor ketika menanamkan modal di sebuah start up. Bagi Lembong, Ia tidak akan menanamkan modal di start up yang terlalu berapi-api dalam bisnisnya. Ia pun mengutip teori evolusi dari Charles Darwin. “Dia katakan yang bisa bertahan itu bukan yang paling besar, paling pintar, tapi yang paling bisa menyesuaikan,” kata dia.

    Untuk itu, start up yang paling diminati investor adalah start up yang paling mampu menyesuaikan diri atau adaptif dengan perubahan yang terjadi. Sebuah start up yang adaptif, kata dia, bisa mengambil keputusan penting. Bahkan kalau perlu, mengubah rencana bisnis ketika memang diperlukan. “Kemampuan beradaptasi, itu yang utama,” kata dia.

    Saat ini, sejumlah startup ternama di Indonesia memang berkembang pesat setelah mendapatkan pendanaan dari investor, Terbaru yaitu Goola, start up makanan dan minuman besutan Gibran Rakabuming Raka, putra dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Goola baru saja meriah investasi perdana senilai US$ 5 juta atau sekitar Rp 70 miliar.

    Selanjutnya, Gibran ingin mengenalkan Goola dan minuman lokal ke pecinta kuliner internasional “Rencananya, kami akan menjadikan Goola jawara di Indonesia, sehingga ketika wisatawan datang ke Indonesia. Mereka pasti mendengar dan mencoba produk Goola, lalu mereka akan menyebarkan cerita dan tren mengenai Goola ke teman-teman mereka," kata Gibran melalui rilis media, Jumat 16 Agustus 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.