Kemlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Hong Kong, AirAsia Terdampak

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjuk rasa anti pemerintah beristirahat di balik meja check-in saat aksi demonstrasi di Bandara Internasional Hong Kong, Cina, Senin, 12 Agustus 2019. Aksi ini dilakukan untuk menolak RUU ekstradisi REUTERS/Tyrone Siu

    Pengunjuk rasa anti pemerintah beristirahat di balik meja check-in saat aksi demonstrasi di Bandara Internasional Hong Kong, Cina, Senin, 12 Agustus 2019. Aksi ini dilakukan untuk menolak RUU ekstradisi REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO. CO, Jakarta - CEO AirAsia Dendy Kurniawan memprediksi bakal banyak pembatalan pemesanan tiket penerbangan turis dari Indonesia ke Hong Kong, menyusul imbauan yang dirilis Kementerian Luar Negeri hari ini. Kementerian Luar Negeri RI telah mengumumkan imbauan agar Warga Negara Indonesia tak bepergian dulu ke Hong Kong, menilik perkembangan situasi di kota tersebut.

    "Pastinya ada pengaruh ya," kata Dendy dalam pesan pendek kepada Tempo, Kamis, 15 Agustus 2019.

    Meski demikian, Dendy belum menghitung detail pembatalan pemesanan tiket rute Hong Kong tersebut. Saat ini, maskapai AirAsia tidak menyediakan penerbangan langsung dari Jakarta ke Hong Kong melainkan dengan rute transit melalui Kuala Lumpur.

    Ihwal imbauan perjalanan ke Hong Kong, Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya meminta masyarakat menunda keberangkatan bila tidak dalam kondisi mendesak. Kementerian juga telah merilis peringatan perjalanan ke Hong Kong bagi WNI, sebagai imbas demonstrasi yang sporadis di berbagai lokasi di negara itu.

    Selain itu, Kemlu juga meminta WNI terus mengikuti perkembangan keamanan teraktual melalui aplikasi Safe Travel Kemlu. Aplikasi ini akan memberikan pembaruan informasi suatu negara, termasuk Hong Kong.

    “Sejauh ini kami mengimbau kepada WNI yang akan bepergian ke kawasan Asia Timur, apabila menggunakan maskapai yang transit di Hong Kong harus mulai memperhitungkan kemungkinan terdampak dari situasi yang dinamis di sana,” ujar Pelaksana tugas Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah seperti dikutip dari Antara.

    Hingga Juni 2019, tercatat 174.800 WNI berada di Hong Kong. Sebanyak 167.937 orang di antaranya adalah pekerja migran Indonesia.

    Kemlu telah menyiapkan rencana cadangan (contingency plan) merujuk pada prosedur operasi standar (SOP) yang akan diberlakukan dalam kondisi yang bersifat darurat. KJRI Hong Kong juga telah menyediakan pusat bantuan (help desk) di Bandara Internasional Hong Kong untuk membantu mobilitas WNI yang terkendala akibat demonstrasi, menyusul pembatalan ratusan penerbangan di bandara tersebut pada 12 Agustus 2019.

    Sejauh ini, KJRI telah membantu memulangkan 75 WNI yang penerbangannya ke Tanah Air sempat tertunda akibat penutupan Bandara Hong Kong. Hingga Juni 2019, tercatat 174.800 WNI berada di Hong Kong, dimana 167.937 orang d iantaranya adalah pekerja migran Indonesia.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.