Idul Adha, PLN Siagakan 701 Personel untuk Jamin Pasokan Listrik

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Sutet dan pohon senggon. TEMPO

    Ilustrasi Sutet dan pohon senggon. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada Hari Raya Idul Adha 1440 H ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Unit Induk Distribusi Jakarta Raya menyiagakan 701 personel untuk menjamin pasokan listrik. 

    General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Ikhsan Asaad, mengatakan ratusan petugas PLN itu disiagakan secara bergantian dan melakukan patroli ke sejumlah masjid di Ibu Kota. Patroli tersebut dilakukan sejak malam takbiran hingga pelaksanaan salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban.

    "Kami juga menyiagakan petugas di distribution control center Jakarta sebagai tempat pengatur distribusi listrik wilayah Jakarta dan sekitarnya,” katan Ikhsan, Ahad 11 Agustus 2019.

    Ikhsan menuturkan, realisasi beban puncak listrik pada Idul Adha tahun ini mencapai 3.228 MW. Jumlah tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan beban puncak pada hari Minggu biasanya, yang mencapai 3.800 MW.

    Penurunan beban puncak tersebut diduga karena banyak masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, dan kegiatan di tempat hiburan, restoran, serta pertokoan yang baru mulai pada siang hari.

    “Kami berupaya maksimal agar umat muslim dapat khusyuk beribadah pada Idul Adha dengan menjaga pasokan listrik di Jakarta dan sekitarnya,” ujar Ikhsan. Ia mencatat, tidak ada gangguan berarti sepanjang hari ini, sehingga pasokan listrik PLN dapat terjaga. 

    Tepat sepekan lalu, terjadi pemadaman listrik massal di 3 provinsi yakni Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten. Pemadaman listrik PLN ini bahkan ada yang mencapai selama hampir 30 jam. Kerugian akibat insiden ini dikabarkan mencapai lebih dari Rp 1 triliun. 

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.