Bos PLN: Jokowi Minta Lakukan Cara Apapun Pulihkan Listrik Padam

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Pengadaan Strategis I PLN Sripeni Inten Cahyani menjelaskan kepada media terkait rencana pembangunan PLTA Tanah Kuning di Kalimantan Utara, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat 26 Juli 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Direktur Pengadaan Strategis I PLN Sripeni Inten Cahyani menjelaskan kepada media terkait rencana pembangunan PLTA Tanah Kuning di Kalimantan Utara, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat 26 Juli 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta PLN segera memulihkan sistem kelistrikan di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

    "Dan Pak Jokowi mengatakan harus sesegera mungkin, cara apapun harus PLN lakukan untuk bisa segera melayani masyarakat," kata Sripeni di kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin, 5 Agustus 2019.

    Adapun Jokowi ke kantor pusat PLN sekitar pukul 08.45. Jokowi didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Mensesneg Pramono Anung.

    Pertemuan Jokowi di dalam kantor di wilayah Blok M itu berlangsung sekitar 15-20 menit. Jokowi keluar pukul 09.05 tanpa mengeluarkan satu kata pun kepada wartawan.

    Sebelumnya terjadi pemadaman listrik dari pukul 11.48 hingga hampir tengah malam di Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Hal itu berawal dari gangguan beberapa kali pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang. Hal itu aliran listrik di Depok dan Tasik gangguan.

    "PLN telah melakukan upaya-upaya maksimal dan akan melakukan evaluasi internal untuk mencegah terulangnya kejadian hari ini" kata Sripeni.

    GM Unit Induk Pusat Pengatur Beban PLN Edwin Nugraha Putra menjelaskan padam listrik itu disebut N minus 3. Dia mengatakan N minus 3 artinya terdapat 3 sirkuit listrik yang terganggu. Yaitu, kata dia, di Pemalang-Ungaran terdapat dua sirkuit listrik di sistem utara. Kemudian di sisi selatan atau di Depok dan Tasikmalaya ada pemeliharaan 1 sirkuit.

    "Sehingga ada total ada tiga sirkuit. Nah dua sirkuit di atas gangguan. Jadi langsung ada tiga sirkuit totalnya, disebut. N minus 3. Gangguan N minus 3 tadi, terjadi satu kondisi yang disebut tegangan turun dengan cepat sehingga sirkuit yang bertahan tadi lepas. Akibatnya terlepaslah sistem barat dan timur," kata GM Unit Induk Pusat Pengatur Beban PLN tersebut. "Ini makanya kita sekarang emergency".

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?