IHSG Merah, Saham Perusahaan Sandiaga Malah Meroket

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno tiba untuk menyaksikan sidang putusan MK terkait sengketa Pilpres 2019 di kediaman Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juni 2019. Sejumlah tokoh berdatangan ke kediaman Prabowo menjelang pembacaan hasil sidang MK. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno tiba untuk menyaksikan sidang putusan MK terkait sengketa Pilpres 2019 di kediaman Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juni 2019. Sejumlah tokoh berdatangan ke kediaman Prabowo menjelang pembacaan hasil sidang MK. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham PT Saratoga Investama Sedayu Tbk. milik mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno naik menjadi menjadi Rp 3.700 per lembar hari ini. Hal itu terjadi saat IHSG melemah di 6.360.635 atau turun 16.361 dari pembukaan perdagangan.

    Pada pukul 12.30 saham berkode SRTG itu naik 130 poin atau 3,6 persen dari penutupan hari sebelumnya yang sebesar Rp 3.570. Harga saham itu sempat menyentuh tertinggi Rp 3.740 per lembar, sedangkan terendah Rp 3.580 per lembar saham.

    Frekuensi perdagangan saham perusahaan itu mencapai 152 kali dengan nilai transaksi atau turnover Rp 764 juta. Penguatan harga saham itu terjadi usai perusahaan mengumumkan kinerja semester I 2019.

    "Laba bersih naik menjadi Rp 3,2 T dari Rp 2,7 T. Itu bisa saja mempengaruhi pergerakan harga saham SRTG," kata Nafan saat dihubungi, Rabu, 31 Juli 2019.

    Sebelumnya, Presiden Direktur Saratoga Michael W.P. Soeryadjaya mengatakan nilai tersebut berdasarkan pada perhitungan mark-to-market investasi. "Penguatan saham perusahaan investee pada semester pertama 2019 membuktikan bahwa portofolio investasi Saratoga memiliki fundamental yang positif dan prospek bisnis jangka panjang," katanya dalam keterangan tertulis yang disiarkan pada Selasa petang, 30 Juli 2019.

    Hingga akhir semester I 2019, perusahaan dengan emiten SRTG itu mencatat pendapatan dividen Rp 1,605 triliun. Angka ini tumbuh sekitar Rp 630,8 miliar secara year on year. Tahun lalu, perusahaan mencatat kerugian sebesar Rp 1,58 triliun.

    Michael menjelaskan, saat ini investasi Saratoga berfokus pada tiga sektor utama. Di antaranya sumber daya alam, infrastruktur, dan konsumen yang mencakup lebih dari 20 perusahaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.