BKPM: Investasi Pulih Pasca Rekonsiliasi Jokowi - Prabowo

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Presiden Joko Widodo (kanan) saat bersalaman dengan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2019.  Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT dan diakhiri dengan makan siang bersama. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Ekspresi Presiden Joko Widodo (kanan) saat bersalaman dengan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2019. Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT dan diakhiri dengan makan siang bersama. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM Thomas Lembong mengatakan, rekonsiliasi politik antara presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi dan mantan rivalnya, Prabowo Subianto, turut mempengaruhi iklim investasi pada triwulan II 2019. Ia mengatakan, pasca-rekonsiliasi, investasi yang sempat terpuruk sepanjang tahun lalu kini berangsur pulih .

    "Rekonsiliasi politik koalisi pemerintah dengan parpol oposisi turut mempengaruhi pemulihan investasi. Saya kira kita semua menyimak tiba-tiba sederetan investor besar masuk mengantre ketemu dengan Jokowi," kata Lembong dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juli 2019.

    Lembong mengakui, tahun lalu realisasi investasi tak mencapai target. Realisasi investasi pada 2018 hanya sebesar Rp 721,3 triliun atau naik tipis 4,1 persen dibandingkan 2017. Pertumbuhan yang hanya single digit ini diikuti dengan melambannya modal asing yang masuk.

    Pada 2018, kata Lembong, realisasi penanaman modal asing atau PMA bahkan melorot 9 persen ketimbang tahun sebelumnya. Ia mengakui, faktor lokal atau domestik seperti Pemilu menyebabkan investasi melamban.

    Menurut dia, sebenarnya perlambatan investasi menjelang Pemilu sudah lumrah terjadi sejak 15 tahun lalu. Namun, kondisi pada 2018 diperparah dengan pukulan terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina.

    Dengan tren ini, Lembong optimistis pertumbuhan investasi yang masuk Indonesia hingga akhir 2019 mencapai double digit. Adapun pada 2019, total target investasi masuk dipatok Rp 792 triliun.

    Setelah pemilu dilangsungkan damai, ditambah adanya rekonsiliasi politik antara kubu Jokowi dan Prabowo, iklim investasi makin menemukan titik terang. Kondisi investasi yang membaik juga didukung oleh peningkatan pemeringakatan Indonesia yang dilakukan oleh Standard and Poor's atau S&P.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?