Tutup Semburan Lumpur Migas, Pertamina Terapkan Metode Penyemenan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Semburan lumpur dan Migas di wilayah Kaliberau, Musi Banyuasin belum berhasil ditanggulangi. Lumpur menyembur hingga mencemari perkebunan sawit. Foto: Parliza Hendrawan

    Semburan lumpur dan Migas di wilayah Kaliberau, Musi Banyuasin belum berhasil ditanggulangi. Lumpur menyembur hingga mencemari perkebunan sawit. Foto: Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Palembang--PT. Pertamina EP Aset 1 berhasil menutup semburan liar lumpur, minyak dan gas di di Dusun I Desa Kaliberau Kecamatan Bayung Lencir. Penutupan menggunakan metode penyemenan permukaan sumur. Demikian ini disampaikan oleh Kepala SKK Migas perwakilan Sumbagsel melalui Humasnya, Andi Arie, Selasa, 23 Juli 2019. "Lubang sumur liar akan ditutup terlebih dahulu dengan material semen dan pasir," katanya.

    SKK Migas telah menerima laporan dari Pertamina EP Aset 1. Laporan menyebutkan bila di area lokasi semburan ditemukan 4 titik sumur liar. Dengan temuan tersebut, Pertamina EP Asset 1 telah berhasil mencegah perluasan area.

    Selain itu, Pertamina membuat kolam dan parit untuk melokalisir cairan atau lumpur yang ada di sekeliling lokasi semburan liar menggunanakan unit excavator yang disediakan Pemkab Muba. "Setelah salah satu sumur berhasil ditutup, apabila dimungkinkan sumur lainnya akan ikut ditutup," ujarnya.

    Sementara itu Kepala Dinas Informasi Dan Komunikasi Pemkab Muba, Hariyandi Sinulingga menambahkan luas area terdampak yang diakibatkan oleh semburan liar tersebut diperkirakan 150 meter x 150 meter di atas lahan kebun sawit. Untuk mencegah timbulnya kejadian serupa, pihaknya akan melakukan pengamanan yang maksimal. Selain itu juga pihaknya akan membawa sampel lumpur untuk mengetahui kandungannya.

    Pertamina EP Asset 1 akan terus melakukan monitoring aspek HSSE saat operasi penanggulangan semburan liar, monitoring gas berbahaya dan safety operasional serta pemasangan rambu-rambu dilarang masuk serta dilarang membuat api terbuka. Ini semua demi keselamatan semua pihak yang sedang berada di lapangan yang menanggulangi semburan sumur liar dan juga bagi komunitas masyarakat terdekat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.