Rupiah Melemah Seiring Kenaikan Harga Minyak Dunia

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar atau kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi, 23 Juli 2019, melemah seiring kenaikan harga minyak dunia.

    Pada pukul 9,27 WIB, rupiah melemah 30 poin atau 0,21 persen menjadi Rp 13.973 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp 13.943 per dolar AS.

    Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, harga minyak dunia naik karena gangguan suplai. Harga minyak dunia naik dalam beberapa hari ini karena kekhawatiran terhadap suplai yang terganggu seiring dengan tensi geopolitik yang menguat di Selat Hormuz," ujar Lana, Selasa, 23 Juli 2019.

    Pada Jumat, 19 Juli 2019 lalu, Iran menangkap kapal tanker Inggris. Sementara dari Libya dikabarkan telah menutup salah satu ladang minyak terbesar di Libya yang menyebabkan turunnya produksi sebesar 290.000 barel per hari.

    Kendati demikian, Baltic Dry Index yaitu indeks yang mengindikasikan perdagangan dunia, mencatatkan kenaikan sebesar satu persen pada Senin kemarin menjadi 2.191, tertinggi sejak Desember 2013. Indeks ini sebagai tolak ukur dari pergerakan bahan mentah utama melalui laut.

    "Indeks ini bisa menjadi indikator membaiknya perdagangan dunia yang implisit juga indikasi permintaan dunia," kata Lana.

    Lana memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak melemah di kisaran Rp 13.950 per dolar AS sampai Rp 13.970 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?