Susi Pudjiastuti Ingin Kapal MV NIKA Jadi Monumen Kejahatan Laut

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengunggah foto Safari Bahari bersama KRI Untung Suropati keliling Laut Sawu dan NTT pada 15 Juni 2016. Inilah foto pertama yang diunggah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di akun Instagramnya. Instagram/@susipudjiastuti115

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengunggah foto Safari Bahari bersama KRI Untung Suropati keliling Laut Sawu dan NTT pada 15 Juni 2016. Inilah foto pertama yang diunggah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di akun Instagramnya. Instagram/@susipudjiastuti115

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ingin kapal MV NIKA dengan berat 750 GT menjadi monumen untuk bahan pembelajaran. Kapal buronan internasional itu, ia harapkan dapat menjadi kapal kampanye anti illegal fishing di Indonesia.

    "Jadi kami ingin ada kampanye berjalan ke pelabuhan-pelabuhan untuk anak-anak sekolah supaya bisa lihat. Supaya tidak terlupakan bahwa di laut kita banyak kejahatan seperti ini. Untuk mendidik anak-anak bangsa kita juga dan masyarakat dunia juga untuk pembelajaran," kata Susi di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Batam Kepulauan Riau, Senin, 15 Juli 2019.

    Menurut Susi, selama ini illegal fishing banyak yang tidak terbuka selama ini, sehingga tidak banyak yang tahu literasi mengenai itu. Dia melihat sebelum menjabat sebagai menteri terdapat lebih dari 10 ribu kapal di laut Indonesia yang melakukan illegal fishing.

    "Ada yang kecil, ada yg segede itu, ada yg lebih gede dari ini. Seperti yang ada dua kali ini besarnya, kami kandaskan di Pangandaran, panjang dua kali ini beratnya 1.200 GT," ujar Susi Pudjiastuti.

    Susi memastikan, kapal MV NICA berbendera Panama tidak akan dikembalikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.