Pakai Sneaker, Susi Pudjiastuti Panjat Kapal Buruan Interpol

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengecek kapal MV NIKA (750GT) yang ditangkap Satgas 115 di Dermaga Golden Fish, Pulau Barelang, Batam, Kepulauan Riau, Senin, 15 Juli 2019. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti kembali menangkap kapal illegal fishing yang merupakan buronan internasional. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengecek kapal MV NIKA (750GT) yang ditangkap Satgas 115 di Dermaga Golden Fish, Pulau Barelang, Batam, Kepulauan Riau, Senin, 15 Juli 2019. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti kembali menangkap kapal illegal fishing yang merupakan buronan internasional. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Batam - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hari ini, Senin 15 Juli 2019, turun mengecek langsung kapal jumbo tangkapan Kapal Pengawas Perikanan ORCA 3 dan 2 di Dermaga Golden Fish, Pulau Barelang, Batam, Kepulauan Riau. Kapal ORCA yang dinahkodai Satuan Tugas 115, menangkap kapal MV NIKA yang berbendera Panama itu pada 12 Juli 2019 pukul 07:20 WIB lalu.

    Susi yang tiba pukul 12.00 tampak mengenakan blouse bermotif bunga biru coklat kuning, celana biru, dengan sepatu sneaker yang juga biru. Usai masuk kapal ORCA Susi yang rambutnya diikat itu, dengan sumringah langsung masuk ke MV NIKA. Di kapal 750 GT itu terdapat Susi menunjukkan alat tangkap ikan, bubu, yang ada di luar palka.

    Di samping ruang itu, Susi masuk ke dalam ruang pengolahan ikan. Saat di ruang itu, dia memanjat mesin setinggi sekitar 1 meter itu. "Permisi-permisi saya lewat, jangan diikutin ya," kata Susi kepada wartawan yang hadir di Dermaga, Batam, Kepulauan Riau, Senin.

    Dari ruang pengolahan ikan itu, Susi menghampiri para anak buah kapal yang berasal dari Rusia dan Indonesia. Di kapal itu terdapat 18 ABK Warga Negara Rusia dan Indonesia 10 orang. Di dalam kapal terdapat alat tangkap bubu yang berada di luar palka.

    "Kalian jelaskan yang sebenarnya ya. Kooperatif lah agar semua jelas," ujar Susi kepada para ABK.

    Susi yang juga Komandan Satgas 115 mengatakan MV NIKA merupakan buruan International Criminal Police Organization atau Interpol sejak Juni 2019. Interpol menduga MV NIKA dan FV STS-50 yang ditangkap di Indonesia pada tahun 2018 dimiliki oleh pemilik yang sama.

    Kapal MV NIKA tiba di Dermaga Golden Fish, Pulau Barelang, Batam, Kepulauan Riau pada Ahad, 14 Juli 2019 pukul 21.30 dengan pengawalan oleh KP ORCA 3, KP ORCA 2, KRI Patimura, KRI Parang, dan KRI Siwar. Selanjutnya kapal akan diperiksa berdasarkan dugaan kuat pelanggaran hukum di berbagai negara dan UU Perikanan Indonesia, yaitu mematikan AIS ketika memasuki ZEE Indonesia dan tidak menyimpan alat tangkap di dalam palka.

    Pada 22 Juni 2019, Satgas 115 mendapatkan informasi dari INTERPOL bahwa MV NIKA sedang menuju Cina dan akan melewati ZEE Indonesia. Atas dasar dugaan pelanggaran tersebut, Pemerintah Panama selaku Negara Bendera MV NIKA telah mengirimkan permohonan resmi kepada Pemerintah Indonesia untuk dilakukan penghentian dan pemeriksaan pada saat MV NIKA melewati ZEE Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.