40 Ribu Hektare Lahan Tambak Diperlukan untuk Swasembada Garam

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Seorang petani sedang menambak garam di Desa Dasun, Lasem Rembang, Jawa Tengah. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Seorang petani sedang menambak garam di Desa Dasun, Lasem Rembang, Jawa Tengah. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.Co, Jakarta - Pemerintah tengah menyusun strategi untuk mencapai swasembada garam pada 2020. Deputi Bidang Teknologi, Informasi, Energi, dann Material BPPT Kementerian Koordinator Bidang Maritim Eniya Listiani mengatakan, untuk mencapai tujuan itu, Indonesia membutuhkan lahan tambak garam sekitar 40 ribu hektare.

    "Dengan lahan 40 ribu hektare, produksi garam sebanyak 4 juta ton per tahun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat petang, 12 Juli 2019.

    Kemenko Maritim menghitung, total kebutuhan garam nasional sebenarnya adalah 4,7 juta ton per tahun. Sedangkan pada 2018, total produksi garam hanya 2,7 juta ton.

    Sejumlah sektor memiliki cara masing-masing untuk menggenjot produksi garam. Kementerian Perindustrian, misalnya, menjalin kerja sama dengan 15 perusahaan pengolah garam.

    Dari kerja sama yang dilakukan pada 2018 hingga 2019 itu, total penyerapan garam mencapai 922.220 ton. Sedangkan Kementerian Perikanan dan Kelautan mengadakan program pengembangan usaha garam rakyat dengan lahan seluas 15 hektare.

    Sementara itu, Kemenko Maritim tengah mendorong ekstensifikasi dan intensifikasi produksi garam melalui penerapan teknologi dan inovasi. Dengan teknologi modern, Kemenko memastikan produksi garam bakal dijalankan dengan sistem tunnel. Sistem ini memungkinkan panen garam dapat dilakukan sepanjang tahun dan tidak terpengaruh hujan.

    Selain itu, Kementerian menjalankan sistem bastekin serta penggunaan geomembrane yang dapat meningkatkan baik kuantitas maupun kualitas garam. Kementerian juga memastikan konsep lahan terintegrasi bakal dirancang dalam waktu dekat.

    “Dengan konsep lahan terintegrasi, dapat diperoleh produksi garam yang tinggi dengan kualitas mencapai garam industri seperti garam CAP, farmasi, garam spa dan diversifikasi produk garam antara lain minuman isotonik, bahan baku obat, dan kosmetik," ujar Eniya.

    Kementerian saat ini pun tengah mengkaji potensi garam dari PLTU. Merujuk pada PLTU Paiton, sebelumnya perusahaan penghasil listrik tenaga uap itu mampu menghasilkan 100 ribu ton garam per tahun.

    Direktur Operasi PT Garam Persero Hartono menyatakan perseroannya sebagai salah satu perusahaan produksi garam akan mengedukasi petani. “Kita ingin terus edukasi petani, jadi kita tidak hanya menyerap. Diversifikasi tetap kita jalankan. Ada juga inovasi melalui penambahan zat tertentu sehingga garam ramah bagi penderita hipertensi,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?