Hasil Litbang: Kerugian Pemerintah Akibat Rokok Rp 4.180 T

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peringatan kesehatan di bungkus rokok.. REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi peringatan kesehatan di bungkus rokok.. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta -Hasil penghitungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan mengungkapkan kerugian yang dialami pemerintah akibat penyakit yang disebabkan oleh rokok bisa mencapai sepertiga Produk Domestik Bruto atau PDB dan seperlima dari total APBN.

    BACA: Rokok Penyebab Utama Kanker Paru dan Penyakit Tidak Menular Lain

    Kepala Balitbang Kesehatan Kemenkes Siswanto mengatakan kerugian ekonomi akibat ekonomi dan orang produktif yang menjadi tidak produktif karena sakit mencapai sepertiga PDB atau sekitar Rp 4.180,27 triliun.

    "Hampir Rp 4.200 triliun atau sepertiga dari GDP kita hilang akibat penyakit yang disebabkan oleh rokok. Yaitu karena kematian dini dan tahun produktif yang hilang karena sakit," kata Siswanto, Kamis, 11 Juli 2019 di Jakarta.

    BACA: Sulit Dikenali, Kapan Saat Tepat Deteksi Dini Kanker Paru?

    Sementara kerugian ekonomi akibat tembakau mencapai Rp 375 triliun atau seperlima dari total APBN Indonesia.

    Siswanto menjelaskan beberapa penyakit yang disebabkan oleh rokok antara lain penyakit jantung yang sepertiga penyebabnya dikontribusikan oleh rokok, penyakit stroke yang seperempat faktornya karena rokok, dan yang paling parah penyakit kanker paru yang 60 persennya disebabkan oleh rokok.

    Dia juga menyebut ada beberapa penyakit lain yang berkaitan dengan rokok seperti nyeri tulang belakang karena mempengaruhi aliran darah, dan termasuk penyakit menular TBC yang juga disebabkan oleh rokok.

    Siswanto mengemukakan bahwa prevalensi perokok Indonesia stagnan berada di angka 33,8 persen dari tahun ke tahun. Namun prevalensi perokok pemula atau remaja yang terus meningkat dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 9,1 persen pada 2018.

    Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia mengemukakan penyakit katastropik membebani lebih dari 20 persen seluruh pembiayaan BPJS Kesehatan. Pembiayaan BPJS Kesehatan untuk penyakit jantung tahun 2018 sebesar Rp 10,5 triliun, diikuti penyakit kanker Rp 3,4 triliun, dan penyakit stroke Rp 2,5 triliun.

    Baca berita tentang Rokok lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.