Jokowi Ingin Pulau Komodo jadi Wisata Konservasi: Bayarnya Mahal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi saat mengunjungi Pulau Rica, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis 10 Juni 2019. Pulau Rinca dan Pulau Padar merupakan salah satu lokasi yang menjadi habitat komodo. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi saat mengunjungi Pulau Rica, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis 10 Juni 2019. Pulau Rinca dan Pulau Padar merupakan salah satu lokasi yang menjadi habitat komodo. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan pemerintah akan membuat rancangan kawasan pariwisata di Pulau Komodo dengan mengedepankan konsep konservasi.

    Baca: Viral Stiker Terima Kasih Jokowi di Pesawat, Ini Kata Garuda

    Untuk mewujudkan hal tersebut, pembenahan kawasan dan pembangunan fasilitas-fasilitas Pulau Komodo dinilainya harus terintegrasi dengan Pulau Rinca, yang masih termasuk ke dalam Kawasan Taman Nasional Komodo. Saat ini di Pulau Komodo kurang lebih ada 1.700 komodo dan di Pulau Rinca kurang lebih ada 1.040 komodo.

    Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta agar betul-betul dihitung daya dukungnya. “Jangan sampai kita loss. Bukan hanya urusan turisme tapi  juga melihat bahwa ini adalah kawasan konservasi,” kata Presiden Jokowi, dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 11 Juli 2019.

    Nantinya, kata Jokowi, akan dibuat desain besar, rancangan besar, guna membedakan kawasan terbuka untuk umum dan kawasan konservasi. “Kita ingin nanti misalnya Pulau Komodo betul-betul lebih ditujukan untuk konservasi sehingga turis di situ betul-betul kita batasi. Ada kuota, bayarnya mahal," ucap Jokowi.

    Kalau enggak mampu bayar enggak usah ke sana. Misalnya seperti itu, tapi mau lihat Komodo juga masih bisa di Pula Rinca,” ujar Presiden Jokowi.

    Rancangan besar ini, diakuinya, akan dibahas pada rapat terbatas sehingga desainnya terintegrasi antara Labuan Bajo, Pulau Rinca, Pulau Komodo, dan lautnya. “Semuanya harus didesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial," kata Jokowi.

    Jokowi lalu mengkritik perencanaan yang sering kali sifatnya tak terintegrasi. "Kita ini senangnya mengerjakan parsial, anggaran setahun Rp 200 juta, Rp 500 juta."

    Baca: Jokowi Targetkan Infrastruktur di Labuan Bajo Rampung Tahun Depan

    Ia lalu meminta nantinya rancangan besar terkait pariwisata Pulau Komodo ini bisa terintegrasi. "Jadi betul-betul dirancang. Uang sekali keluar tapi dirancang, direncanakan, dan betul-betul dari turun di bandara sampai ke tempat-tempat tujuan. Ini betul-betul kelihatan sambung semuanya kira-kira itu,” kata Jokowi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?