Retail Offline Lesu, Sarinah Sebut Gerai Online Tumbuh 300 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tulisan Sarinah yang sempat rusak akibat kerusuhan 22 Mei lalu tampak sudah diperbaiki, Jumat, 31 Mei 2019. TEMPO/Lani Diana

    Tulisan Sarinah yang sempat rusak akibat kerusuhan 22 Mei lalu tampak sudah diperbaiki, Jumat, 31 Mei 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Sarinah Persero Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa mengatakan pertumbuhan gerai online untuk produk retail entitasnya mencapai 300 persen untuk periode 2018-2019 secara year on year. Pertumbuhan itu didukung pergeseran aksi belanja secara digital.
     
    “Sebenarnya karena kami mulai dari nol, nilai absolutnya masih kecil. Tapi kami serius menggarap retail online,” ujar Gusti saat ditemui di kantor Tempo, Selasa lalu, 9 Juli 2019. 
     
    Menurut Gusti, Sarinah mulai serius mengembangkan bisnis digital sejak akhir 2017. Sebab, manajemen perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang properti itu menydari penjualan retail offline mulai lesu dengan fenomena tutupnya sejumlah gerai. 
     
    Di sisi lain, penjualan retail via online bertumbuh pesat. Riset Google dan Temasek dalam laporan e-Conomy SEA 2018 menyatakan transaksi e-commerce di Indonesia sepanjang tahun itu mencapai Rp 336,4 triliun atau tumbuh 114 persen ketimbang 2017. 
     
    Melihat pergeseran tren belanja ini, Sarinah membuka peluang kerja sama dengan sejumlah pemain retail berplatform aplikasi yang sudah eksis. Misalnya Shopee dan Bukalapak. 
     
    Meski demikian, Gusti memastikan gerai offline Sarinah tetap tumbuh dengan menggencarkan sejumlah strategi. “Kami perbanyak event untuk fashion show, mengundang komunitas batik, dan lain-lain,” katanya. Dalam catatannya, dengan event-event yang digelar, gerai offline retail perseroan masih tumbuh sekitar 20 persen pada 2018-2019 secara year on year, setelah tahun sebelumnya jalan di tempat dengan pertumbuhan tak sampai 10 persen. 
    Ke depan, Gusti mengatakan entitasnya akan mengembangkan gerai offline Sarinah dengan cara memolesnya mirip galeri-galeri seni. “Karena Sarinah punya keunikan, kualitas baik, itu coba kami maksimalkan bagaimana masyarakat kalau butuh dari barang-barang Indonesia, barang heritage, beli di sarinah,” ucapnya. Sarinah juga memperluas pangsa pasar. Artinya, perusahaan tak cuma menyediakan barang untuk segmen dewasa atas, namun juga dewasa menengah, remaja, hingga anak-anak. 
     
    Dengan demikian, kata Gusti, masyarakat yang datang ke gerai offline Sarinah tak hanya dapat belanja produk. Namun juga menikmati nilai seni dari masing-masing produk yang dipajang di etalase. 
      
    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.