Sarinah Bangun Mal Rp 1,8 Triliun Bersama Wika dan PP

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirlantas Polda Metro Jaya melakukan sosialisasi pelaksanaan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di simpang Sarinah dan simpang patung kuda Arjuna Wiwaha, Senin, 15 Oktober 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    Dirlantas Polda Metro Jaya melakukan sosialisasi pelaksanaan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di simpang Sarinah dan simpang patung kuda Arjuna Wiwaha, Senin, 15 Oktober 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Sarinah (Persero) menggandeng PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT PP (Persero) Tbk. untuk bekerja sama membangun dan mengembangkan komplek komersial dengan nilai proyek Rp1,8 triliun. Kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang diteken oleh Sarinah, Wijaya Karya (WIKA), dan PP (PTPP) di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Jumat, 8 Februari 2019.

    Direktur Utama Sarinah GNP Sugiarta Yasa mengatakan pengembangan dilakukan untuk komplek komersial milik perseroan yang berlokasi d M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Nilai proyek pengembangan tersebut mencapai Rp1,8 triliun.

    Sugiarta mengatakan akan membangun gedung di lahan seluas 1,7 hektare. Total lantai yang dimiliki sebanyak 41 dengan 3 basement. “Ada mallnya, ada office juga tentunya prinsip mice dan memungkinkan ada hiburannya,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 8 Februari 2019.

    Untuk pengembangan kawasan tersebut, sambungnya, perseroan akan menggunakan 70% dana pinjaman. Sisanya akan menggunakan dana dari internal. Dia menyebut akan menggunakan pendanaan yang berasal dari bank pelat merah. Proses pengerjaan tahap pertama akan memakan waktu selama 16 bulan. “Insya Allah bulan depan sudah mulai groundbreaking,” ujarnya.

    Sugiarta mengatakan dengan adanya gedung baru tersebut akan mengerek kinerja keuangan Sarinah. Dengan adanya gedung tersebut aset perusahaan pun meningkat hingga empat kali lipat.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.