Jokowi Kritik Impor Migas Melambung, Begini Respons Jonan

Presiden Jokowi bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, dan penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Sumarsono, saat meresmikan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Desa Mattirotasi, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin, 2 Juli 2018. Foto: Biro Pers Setpres

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan dua menterinya, Ignasius Jonan dan Rini Soemarno terkait tingginya nilai impor migas selama paruh pertama tahun 2019 ini.

Baca: Jokowi Desak Menteri Percepat Izin Usaha Berorientasi Ekspor

Dalam rapat kabinet paripurna yang berlangsung pada Senin kemarin di Istana Bogor, Jokowi menyoroti defisit neraca perdagangan mencapai US$ 2,14 miliar dalam 5 bulan pertama 2019. Defisit terutama dipicu oleh penurunan ekspor hingga 8,6 persen dalam periode Januari - Mei 2019 dan penurunan impor 9,2 persen.

Dalam rapat itu, Jokowi meminta para menteri untuk mencermati angka-angka tersebut dan mempertanyakan kenapa nilai impor begitu tinggi.

"Kalau didetailkan lagi (impor) migas juga naiknya gede sekali. Hati-hati di migas, Pak Menteri ESDM yang berkaitan dengan ini, Bu Menteri BUMN yang berkaitan dengan ini. Karena paling banyak ada di situ (impor migas)," kata Jokowi, Senin, 8 Juli 2019.

Berdasarkan data BPS, jumlah impor migas Indonesia mencapai US$ 9,08 miliar dalam periode Januari-Mei 2019 atau defisit US$ 3,74 miliar dibandingkan dengan ekspor migas US$ 5,34 miliar pada periode yang sama 2019.

Dalam periode itu, impor migas Indonesia sebenarnya lebih rendah dibandingkan dengan impor migas US$ 11,922 miliar pada Januari-Mei 2018. Defisit migas Indonesia mencapai US$ 5,12 miliar pada lima bulan pertama 2018.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyatakan impor minyak cenderung naik karena konsumsi BBM juga meningkat seiring dengan pembangunan ruas jalan baru di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, produksi minyak tidak bisa serta merta meningkat mengingat upaya eksplorasi besar baru-baru ini mulai ditingkatkan lagi setelah sekian lama sempat terhenti dan upaya peningkatan produksi juga akan banyak bergantung dari komitmen para kontraktor (K3S) besar termasuk Pertamina.

Jonan menjelaskan, sebetulnya total produksi minyak harian sebesar 775.000 barel per hari dan konsumsi minyak harian sekitar 1,3 juta barel per hari. "Cenderung meningkat terus seiring makin banyaknya kendaraan bermotor juga. Makanya ESDM sangat berharap mulai segera ada insentif untuk mobil listrik,” kata Jonan dalam keterangan tertulis.

Baca: BEI Harap Kebijakan Kabinet Baru Jokowi Dorong Stabilitas Ekonomi

Selain itu, kata Jonan, gas alam yang diproduksi saat ini setara dengan 1,2 juta barel minyak per hari dan sudah dikonsumsi untuk industri dalam negeri sekitar 65 persen. Jonan meyakini apabila mayoritas gas alam diekspor seperti sebelum tahun 2000 maka neraca migas tidak akan defisit.

BISNIS






Jokowi: Prabowo Punya Kerutan Wajah dan Rambut Putih

5 jam lalu

Jokowi: Prabowo Punya Kerutan Wajah dan Rambut Putih

Presiden Jokowi menyebut ciri-ciri pemimpin yang pernah disampaikannya yaitu yang berkerut dan rambut putih, ada di diri Prabowo.


Luhut: Tahun Depan, Belanja Produk Impor Maksimal 5 Persen

5 jam lalu

Luhut: Tahun Depan, Belanja Produk Impor Maksimal 5 Persen

Luhut yakin pengurangan porsi impor ini dapat meningkatkan belanja produk dalam negeri sehingga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.


PKS Melihat Celah Jokowi 3 Periode Masih Terbuka

6 jam lalu

PKS Melihat Celah Jokowi 3 Periode Masih Terbuka

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai isu Jokowi 3 periode belum tertutup.


Kepala BIN Budi Gunawan: Kerutan Pemimpin Versi Jokowi 100 Persen Identik dengan Prabowo

6 jam lalu

Kepala BIN Budi Gunawan: Kerutan Pemimpin Versi Jokowi 100 Persen Identik dengan Prabowo

Kepala BIN Budi Gunawan ikut angkat suara menanggapi omongan Presiden Jokowi soal calon presiden yang keningnya berkerut dan rambut putih.


Mardani PKS: Presiden Jokowi Jangan Melulu Sibuk dengan Relawan

7 jam lalu

Mardani PKS: Presiden Jokowi Jangan Melulu Sibuk dengan Relawan

Politikus PKS Mardani Ali Sera minta Presiden Jokowi fokus jalankan tugas sebagai Kepala Negara, bukan melulu sibuk dengan relawan menjelang Pilpres.


Jokowi Penuhi Permintaan Soal Kuota Khusus Anak Suku Dayak Jadi Prajurit TNI-Polri

7 jam lalu

Jokowi Penuhi Permintaan Soal Kuota Khusus Anak Suku Dayak Jadi Prajurit TNI-Polri

Panglima Besar Pasukan Merah Agustinus minta kuota khusus untuk anak-anak Suku Dayak agar menjadi prajurit TNI-Polri. Jokowi setuju.


Survei Charta Politika: Hanya 18 Persen Masyarakat Setuju Penundaan Pemilu 2024

7 jam lalu

Survei Charta Politika: Hanya 18 Persen Masyarakat Setuju Penundaan Pemilu 2024

Survei lembaga Charta Politika Indonesia menyebut hanya 18 persen responden yang menyatakan setuju dengan isu penundaan Pemilu 2024. Sementara itu, sebanyak 76,3 persen lainnya menolak isu tersebut.


Setelah Surpres Jokowi untuk Yudo Margono Turun, Apa Lagi Tahapannya Menjadi Panglima TNI?

8 jam lalu

Setelah Surpres Jokowi untuk Yudo Margono Turun, Apa Lagi Tahapannya Menjadi Panglima TNI?

Yudo Margono akan melalui beberapa tahapan untuk selanjutnya diangkat menjadi Panglima TNI sesuai peraturan UU Nomor 34 Tahun 2004 Pasal 13.


Jokowi Cari Lokasi Bangun Dayak Center di IKN

8 jam lalu

Jokowi Cari Lokasi Bangun Dayak Center di IKN

Presiden Jokowi akan segera mencari area khusus di kawasan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara untuk membangun Dayak Center.


Rincian Harta Kekayaan Yudo Margono Calon Panglima TNI, Sebagian Besar Tanah Termasuk di Papua

8 jam lalu

Rincian Harta Kekayaan Yudo Margono Calon Panglima TNI, Sebagian Besar Tanah Termasuk di Papua

KSAL Laksamana Yudo Margono diusulkan Presiden Jokowi sebagai calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa. Ini harta kekayaannya versi LHKPN.