BEI Harap Kebijakan Kabinet Baru Jokowi Dorong Stabilitas Ekonomi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Wacana perbincangan kabinet baru Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Ma'ruf Amin tengah menghangat belakangan ini. Otoritas Bursa Efek Indonesia pun turut menyampaikan harapan terkait pemilihan calon menteri yang bakal menunjang kerja-kerja di bidang ekonomi Jokowi bersama Ma'ruf Amin.

    Baca: Viral Stiker Terima Kasih Jokowi di Pesawat, Ini Kata Garuda

    Direktur Utama Bursa Efek Indonesia atau BEI Inarno Djajadi berharap kabinet baru Presiden Jokowi harus bisa lebih baik lagi, khususnya di bidang ekonomi. Dia mengatakan, jika perekonomian bisa dijalankan dengan lebih baik dan stabil maka bisa berefek bagi pertumbuhan pasar modal di dalam negeri.

    "Tentunya yang menteri koordinatornya harus yang kredibel, menteri keuangan yang bagus, terus terkait yang perekonomian, juga yang kuat," kata Inarno kepada sejumlah awak media di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin 8 Juli 2019. Kendati demikian, Inarno tak menyebutkan sosok spesifik seperti siapa yang cocok untuk ikut mengelola ekonomi.

    Inarno menjelaskan pengelolaan ekonomi yang mumpuni lewat kebijakan yang tepat bisa ikut mendorong dan menunjang stabilitas ekonomi dalam negeri. Apalagi, bagi investor, kondisi ekonomi yang stabil sangatlah penting. Sebab, dengan ekonomi yang stabil bisa ikut meningkatkan kinerja pasar modal secara keseluruhan.

    Selain itu, Inarno juga berharap dengan kepemimpinan kabinet baru, wacana revisi atau perubahan undang-undang mengenai pasar modal bisa segera bergulir. Sebab, undang-undang pasar modal saat ini sudah perlu diperbaiki dengan memperhatikan perkembangan yang ada.

    "Karena yang terakhir undang undang pasar modal tahun 1992, artinya sudah 36 tahun yang lalu, dan memang ada beberapa yang mesti harus diperbaiki," kata Inarno.

    Inarno mencontohkan, beberapa hal yang mesti masuk dalam undang-undang revisi pasar modal adalah perdagangan bursa lewat over the counter (OTC) trading. Dengan adanya, kebijakan ini, partisipan pasar modal diperluas bukan hanya anggota bursa saja tetapi juga perbankan.

    Baca: Kerap Reshuffle Menteri Ekonomi, Peneliti CSIS Sarankan Jokowi Pilih Kandidat Profesional

    Selain itu, kata Inarno, BEI juga tengah menyiapkan pasar perdagangan alternatif untuk obligasi. Dengan adanya pasar alternatif ini, obligasi bisa diperjualbelikan tidak hanya oleh anggota bursa saja tetapi juga perbankan secara langsung.

    Simak berita lainnya terkait Jokowi di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.