Jalin Kerja Sama dengan UEA, Jonan Incar Investasi 5 Miliar USD

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignatius Jonan saat peluncuran Road test  B30 di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. Sebanyak tiga unit truk dan delapan unit kendaraan berbahan bakar B30 dalam road test tersebut akan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri ESDM Ignatius Jonan saat peluncuran Road test B30 di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. Sebanyak tiga unit truk dan delapan unit kendaraan berbahan bakar B30 dalam road test tersebut akan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengincar investasi senilai US$ 5 miliar dari potensi kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA). Sebelumnya, Menteri Jonan dan Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei telah melakukan pertemuan di Kementerian ESDM, Jakarta , Jumat 5 Juli 2019.

    Baca: Jonan Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Dasar Listrik

    "Sesuai arahan, Presiden menginginkan investasi dari Uni Emirat Arab khususnya dan Timur Tengah, adanya investasi yang besar tidak hanya dari sektor migas saja, tapi sektor yang lain. Kira-kira targetnya total mencapai di atas 5 miliar dolar AS. Ini sedang dibicarakan," kata Jonan seperti dikutip Antara, Sabtu 6 Juli 2019.

    Menurut Jonan, UEA juga berminat untuk menjajaki kerja sama di sektor lain. Adapun sektor yang disasar selain energi juga infrastruktur, keuangan hingga pariwisata. Langkah ini diklaim dapat membantu upaya pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan di Indonesia.

    "Kerja samanya kita coba tingkatkan. Tidak harus di bidang migas dan pertambangan. Misalnya infrastruktur, sektor keuangan, pariwisata atau pembiayaan UKM," kata Jonan.

    Dalam pertemuan itu, pemerintah UEA menunjukkan keseriusannya berinvestasi di Indonesia. "Kami tidak melihat untuk investasi yang kecil di sini, kami kumpulkan investasi bersama lalu dikombinasikan dalam sebuah rencana aksi nilainya hingga multi billion dollar untuk investasi UEA ke Indonesia," tutur Menteri Suhail.

    Pemerintah UEA, ungkap Menteri Suhail, menilai Indonesia punya potensi perekonomian luar biasa. "Indonesia masuk sebagai 16 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Bahkan berpotensi menjadi 10 besar dunia," katanya.

    Salah satu potensi kerja sama yang bisa digarap adalah di sektor hulu minyak dan gas (migas). Terutama dengan Pertamina dalam rangka meningkatkan produksi migas Indonesia.

    BACA: Promosi ke Pengusaha Jepang, Sri Mulyani Tawarkan Insentif Pajak

    Selain itu, UEA juga menunjukkan ketertarikan menjalankan bisnis di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Apalagi Uni Emirat Arab memiliki perusahaan yang bergerak di industri EBT, yaitu Masdar.

    "Kami memiliki perusahaan bernama Masdar, yang telah berinvestasi di banyak negara, mereka adalah pemimpin dan mempunyai kemampuan untuk menekan biaya energi terbarukan," kata Suhail. 

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.