Promosi ke Pengusaha Jepang, Sri Mulyani Tawarkan Insentif Pajak

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sambutan usai menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan tahun 2018 di Gedung BPK, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019.  ANTARA/Galih Pradipta

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sambutan usai menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan tahun 2018 di Gedung BPK, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mempromosikan keuntungan berinvestasi di Indonesia kepada para pengusaha Jepang, khususnya dalam hal insentif perpajakan.

    Baca juga: Cerita Sri Mulyani di London tentang Green Bond Indonesia

    “Dalam memperbaiki iklim investasi kami terus memperbaiki kebijakan. Saat ini Presiden Jokowi terus meminta diperbaiki iklim investasi,” ujar Sri dalam Indonesia Round Table Business Meeting, di Osaka, Jepang, dikutip dari laman setkab.go.id, Kamis, 27 Juni 2019.

    Sri mengatakan pertemuan dengan pengusaha Jepang diharapkan mampu meningkatkan investasi Jepang di Indonesia. Pasalnya, dia menilai pasar Indonesia sangat besar dan juga strategis untuk menjadi hub bagi negara lain.

    Dalam bidang perpajakan, dia mengungkapkan pemerintah terus mengeluarkan kebijakan untuk kemudahan dalam hal pajak. “Fasilitas pertama yakni tax holiday untuk investasi baru terhadap 18 jenis sektor usaha, apakah itu petrokimia maupun elektronik,” kata dia.

    Jika melaksanakan training, lanjutnya, juga akan mendapatkan penambahan insentif fiskal.  “Proses yang diberikan untuk tax holiday dan allowance akan sangat mudah jika sudah masuk dalam kategori tersebut. Saat ini sudah ada 289 triliun investasi baru,” ujarnya.

    Selain tax holiday, pemerintah menyiapkan Kawasan Berikat (Industrial Zone) dengan fasilitas yang telah diberikan pemerintah. “Kami juga tentu melihat banyak perusahaan masuk di bidang finansial atau financial inclusion,” katanya.

    Selain itu, Sri menambahkan pemerintah mengeluarkan peraturan Menteri Keuangan terkait kemudahan dalam properti.

    Dalam pertemuan dengan Sri Mulyani dan delegasi dari Indonesia, sebanyak 21 perusahaan Jepang turut hadir dalam pertemuan ini di antaranya Japan External Trade Organization (JETRO), Daihatsu Motor Co.Ltd.,Honda Motor Co.Ltd., Marubeni Coorporation, Mitsubishi UFJ Financial Group, Mitsui dan CO.LTD, Nippon Steel, Sumitomo Corporation, Toyota Tsuho Corporation.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.