Bandara YIA Beroperasi, BPJS Awasi Pertumbuhan Perusahaan Baru

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang memasuki area bandara seusai mendarat dengan pesawat komersial Citilink saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin 6 Mei 2019. Saat ini Bandara YIA mulai beroperasi untuk penerbangan komersial. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Penumpang memasuki area bandara seusai mendarat dengan pesawat komersial Citilink saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin 6 Mei 2019. Saat ini Bandara YIA mulai beroperasi untuk penerbangan komersial. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Seiring beroperasinya Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, BPJS Kesehatan Kabupaten Sleman meminta pemerintah daerah lebih gencar mengawasi pertumbuhan perusahaan- perusahaan baru. Monitoring perusahaan baru itu diperlukan guna memastikan tenaga kerja yang terlibat seluruhnya telah terlindungi BPJS.

    BACA: JK Berikan Penghargaan BPJS TK ke 3 Pemda, UKM dan Perusahaan

    "Adanya Bandara YIA diprediksi memunculkan lapangan kerja baru, yang memicu meningkatnya tenaga kerja baru. Ini perlu dipastikan tenaga kerjanya sudah tercover (BPJS) belum," ujar Kepala BPJS Kesehatan Sleman, Galih Anjungsari di Yogyakarta, Rabu 3 Juli 2019.

    Galih memprediksi, beroperasinya Bandara YIA memicu sektor usaha terutama bidang jasa. Misalnya jasa layanan transportasi juga kargo.

    Karena itu, BPJS melibatkan pemerintah daerah khususnya Dinas Tenaga Kerja Kulonprogo dan Kejaksaan setempat turut aktif mendata dan mengawasi pertumbuhan perusahaan baru di Kulon Progo sejak bandara baru resmi beroperasi Mei 2019 lalu. Perpanjangan perjanjian kerjasama dengan instansi dinas tenaga kerja dan kejaksaan baik di Kulon Progo juga Sleman telah diteken awal pekan ini.

    "Data yang masuk di Kulon Progo masih ada 13 ribu warga belum tercover layanan, masih kami pilah dari jumlah itu mana yang belum didaftarkan perusahaannya, mana yang belum mendaftarkan diri," ujarnya.

    Adapun jumlah badan usaha yang ada di Kabupaten Kulon Progo tercatat masih di angka 211 perusahaan. Di mana dari jumlah itu, 11 diantaranya merupakan perusahaan besar dengan tenaga kerja lebih dari 100 orang. Sedangkan sisanya merupakan perusahaan mikro hingga menengah dengan jumlah tenaga kerja di bawah lima orang hingga maksimal 99 orang.

    Baca: Sri Sultan HB X Sepakati Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo

    Galih menuturkan, tahun 2019 ini pihaknya berfokus mengejar sisa 13 ribu warga Kulon Progo juga 37 ribu warga di Sleman yang belum tercover layanan BPJS. Sehingga, tidak menumpuk jika terjadi peningkatan tenaga kerja pasca bandara YIA Kulon Progo beroperasi penuh akhir 2019 ini.

    "Angka kepesertaan BPJS untuk Kulon Progo dan Sleman sebenarnya sudah mencapai 95 persen, namun kami masih kejar sisa 5 persen warga yang belum tercover ini tuntas tahun ini," ujar Galih.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.