Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi Global, Ini Kata Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. Menteri Keuangan menyatakan telah mencairkan THR sebesar Rp19 triliun atau 19 persen dari proyeksi kebutuhan dana untuk membayar THR bagi PNS. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespons kebijakan Bank Dunia yang merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia. Dia mengatakan, penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi ini salah satunya akibat masih panasnya aksi perang dagang atau trade war antara Cina dengan Amerika Serikat.

BACA: Sri Mulyani Harap Momentum Lebaran Bisa Beri Dorongan ke Ekonomi

"Lembaga-lembaga tersebut ternyata sudah melihat eskalasi trade war, AS dan Cina itu masuk skenario yang tidak baik. Down side risk-nya sudah terjadi ini berbeda sekali tone-nya," kata Sri Mulyani kepada media di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra I, Jakarta Selatan, Rabu 5 Juni 2019.

Adapun sebelumnya Bank Dunia melakukan revisi ke bawah 0,3 persen proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia mereka dari 2,9 persen menjadi 2,6 persen. Hal ini terlihat dalam laporan terbaru berjudul Global Economics Prospects: Hightened Tensions, Subdued Investment yang dirilis Bank Dunia pada Juni 2019.

BACA: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Lebih Baik, Bisa Tembus 5,2 Persen

Menurut Sri Mulyani sejumlah lembaga ekonomi dunia seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), OECD hingga Bank Pembangunan Asia (ADB) semula berharap perang dagang tak mencapai level seperti saat ini. Sebab, kedua negara telah sepakat bakal mengelar pertemuan untuk bernegosiasi sehingga diharapkan tensi perang dagang menjadi mereda.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga mengatakan efek koreksi pertumbuhan ekonomi akibat perang dagang ini bakal mengancam pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal III dan IV 2019. Apalagi, Amerika Serikat bakal mengimplementasikan kebijakan kenaikan tarif sebagai bagian perang dagang telah efektif pada Juni.

"Dengan demikian maka kuartal II, III dan IV akan terpengaruh dengan adanya tidak lagi ancaman tapi implementasi dari ancaman," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan melambatnya pertumbuhan ekonomi global telah mulai terlihat dampaknya terhadap ekonomi domestik. Salah satunya, terlihat dari melambatnya ekspor Indonesia sejumlah negara tujuan utama seperti Cina dan Amerika Serikat.

Salah satunya, lanjut Sri Mulyani, seperti dilihat ekspor pada 2017 akhir yang mengalami momentum positif dan sangat tinggi sampai 2018. Namun, kemudian mulai terlihat melambat di kuartal IV 2018 hingga kuartal I 2019 mulai menurun kembali.

DIAS PRASONGKO






Program Suntik Mati PLTU Batu Bara, Ini Rencana Sri Mulyani untuk PLN dan Produsen Listrik Swasta

1 hari lalu

Program Suntik Mati PLTU Batu Bara, Ini Rencana Sri Mulyani untuk PLN dan Produsen Listrik Swasta

Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa PT PLN (Persero) wajib melaksanakan komitmen transisi menuju energi hijau.


Jokowi Ajak Investor ke IKN Tahun Depan untuk Tawarkan Proyek

1 hari lalu

Jokowi Ajak Investor ke IKN Tahun Depan untuk Tawarkan Proyek

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) dikebut.


Usul Dana Pembangunan IKN 2023 Rp 12,7 T, Menteri PUPR Surati Sri Mulyani

1 hari lalu

Usul Dana Pembangunan IKN 2023 Rp 12,7 T, Menteri PUPR Surati Sri Mulyani

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengirim surat ke Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati perihal usulan kebutuhan anggaran percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)


Utang Pemerintah per Oktober 2022 Dekati Rp 7.500 Triliun, Ini Rinciannya

1 hari lalu

Utang Pemerintah per Oktober 2022 Dekati Rp 7.500 Triliun, Ini Rinciannya

Kementerian Keuangan menyebutkan utang pemerintah per Oktober 2022 mencapai Rp 7.496,7 atau mendekati Rp 7.500 triliun.


Terpopuler Bisnis: Cara Cek BLT BBM Cair Bulan Depan, Sri Mulyani Heran Data Pajak Tak Seperti Kabar PHK

3 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Cara Cek BLT BBM Cair Bulan Depan, Sri Mulyani Heran Data Pajak Tak Seperti Kabar PHK

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Jumat kemarin 25 November dimulai dari BLT BBM akan cair lagi di bulan depan.


Bulan Depan Panglima TNI Andika Perkasa Pensiun, Berikut Batas Umur Pensiun TNI dan Gajinya

4 hari lalu

Bulan Depan Panglima TNI Andika Perkasa Pensiun, Berikut Batas Umur Pensiun TNI dan Gajinya

Panglima TNI Andika Perkasa bulan depan pensiun. Berapakah batas usia pensiun prajurit TNI, dan berapa besaran gajinya?


BLT BBM Bakal Cair Lagi Desember, Berikut Cara Cek Penerima dan Penyalurannya

4 hari lalu

BLT BBM Bakal Cair Lagi Desember, Berikut Cara Cek Penerima dan Penyalurannya

BLT BBM merupakan subsidi untuk masyarakat yang diberikan setelah pemerintah mengerek harga Pertalite dan Solar.


APBN Defisit Rp 169,5 Triliun, Sri Mulyani Yakin Akhir Tahun Lebih Baik

4 hari lalu

APBN Defisit Rp 169,5 Triliun, Sri Mulyani Yakin Akhir Tahun Lebih Baik

Sri Mulyani menuturkan defisit APBN akan terjadi sampai akhir tahun, namun angkanya membaik dan masih sesuai dengan target dalam Perpres.


Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Kaji Pemberian Bantuan Cegah PHK, Dana Pemda Nganggur Rp 278 T

4 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Kaji Pemberian Bantuan Cegah PHK, Dana Pemda Nganggur Rp 278 T

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 24 November 2022, dimulai dari Sri Mulyani mempertimbangkan pemberian bantuan PHK.


PPh 21 hingga Oktober Tumbuh 21 Persen, Sri Mulyani: Jika Dibandingkan Berita PHK Jadi Kikuk

4 hari lalu

PPh 21 hingga Oktober Tumbuh 21 Persen, Sri Mulyani: Jika Dibandingkan Berita PHK Jadi Kikuk

Sri Mulyani menyatakan bahwa data penerimaan pajak penghasilan atau PPh Pasal 21 mencatatkan pertumbuhan yang tinggi.