Kemenhub Waspadai Tingkat Kecelakaan saat Arus Balik Lebaran 2019

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papan peringatan rawan kecelakaan di jalur Tasikmalaya di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 18 Juni 2015. Jalur utama arus mudik wilayah selatan di kawasan Nagreg masih berantakan oleh proyek pembetonan dan beberapa bagian masih bergelombang. TEMPO/Prima Mulia

    Papan peringatan rawan kecelakaan di jalur Tasikmalaya di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 18 Juni 2015. Jalur utama arus mudik wilayah selatan di kawasan Nagreg masih berantakan oleh proyek pembetonan dan beberapa bagian masih bergelombang. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta –Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan terjadi penurunan angka kecelakaan sebesar 88 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, saat masa mudik berlangsung. Namun ia mewaspadai kecelakaan pada arus balik Lebaran 2019.

    BACA: Berangkatkan Mudik Gratis, Kemenhub Harap Pemudik Motor Berkurang

    Pasalnya, kata Budi Setiyadi, masa arus balik lebih pendek dibandingkan masa arus mudik. Arus balik diprediksi hanya berlangsung tiga hari, yakni mulai 7 hingga 9 Juni. Berbeda dengan masa arus mudik yang berlangsung mulai 29 Mei hingga 2 Juni 2019.

    Budi Setiyadi, dalam telekonferensi bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada, 3 Juni 2019, menenggarai penumpukan kendaraan bakal berpotensi terjadi di ruas-ruas jalan tol hingga alternatif kala arus balik berlangsung.

    Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan pada masa arus balik tersebut, Budi Setiyadi mengatakan bakal memberlakukan rekayasa lalu lintas bersama Jasa Marga dan Korlantas Polri. Di antaranya menerapkan one way atau jalur satu arah dari Gerbang Tol Palimanan hingga KM 29 di Cikampek.

    BACA: Menhub: Angka Kecelakaan Arus Mudik Menurun hingga 15 Persen

    Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mencatat bahwa puncak arus mudik terjadi selama tiga hari, yakni mulai 30 Mei hingga 1 Juni.

    Selama puncak arus mudik berlangsung, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan terjadi penurunan angka kecelakaan sebesar 88 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. “Selama 2019 ini yang tercatat di posko kami kecelakaan sejumlah 220 kasus dengan korban meninggal dunia 90 orang. Ini terjadi penurunan tajam sampai 88 persen,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo Selasa, 4 Juni 2019. 

    Pada periode yang sama tahun lalu, angka kecelakaan mencapai 1.911 kejadian dengan korban meninggal 691 jiwa. Sedangkan secara kumulatif, mulai H-7 hingga H-3 Lebaran, jumlah kecelakaan menurun sebesar 51 persen.

    Data yang disampaikan Korps Lalu-lintas Polri menunjukkan, hingga H-3 Lebaran, institusi mencatat ada 284 kejadian kecelakaan dengan rincian korban meninggal dunia 61 orang, luka berat 42 orang, dan luka ringan 42 orang. Sedangkan secara kumulatif pada tahun sebelumnya, angka kecelakaan hingga H-3 Idul Fitri mencapai 703 kejadian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.