Lebaran 2019, Pemudik Ramaikan Candi Borobudur

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung berada di antara stupa Candi Borobudur, Jawa Tengah, Jumat, 28 Desember 2018.  ANTARA

    Pengunjung berada di antara stupa Candi Borobudur, Jawa Tengah, Jumat, 28 Desember 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Magelang - Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, banyak diwarnai pemudik, Sabtu sore, 1 Juni 2019. Lokasi parkir di kawasan tempat wisata itu sebagian besar adalah mobil-mobil berplat Jabodetabek atau B. Sisanya dari daerah lain, seperti Bandung, Surabaya, bahkan dari kawasan Sumatera. "Ada yang dari Palembang juga," kata seorang pedagang asongan yang menjajakan dagangan di lokasi parkiran mobil Borobudur, Sabtu sore, 2 Juni 2019.

    BACA: Liburan ke Candi Borobudur, Manfaatkan Layanan dari Balkondes Ini

    Menurut dia, arus pemudik yang singgah di candi yang dibangun para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra itu sejak Jumat. "Namun ramainya hari ini (Sabtu)," ujarnya pedagang kaos bertuliskan Borobudur itu.

    Seorang petugas gerbang parkir, Alvin, membenarkan bahwa kebanyakan pemilik mobil yang masuk ke area parkir Candi Borobudur berplat Jakarta. “Hari ini mulai ramai. Kebanyakan dari Jakarta," ujarnya. "Kemarin (Jumat) belum ramai." Ia memperkirakan keramaian Bodobudur oleh pemudik berlangsung sampai usai Lebaran Idul Fitri.

    BACA: NYIA Dongkrak Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Candi Borobudur 

    Salah seorang pemudik yang mengunjungi  candi itu adalah Rizki. Siswa sebuah SMA di Depok ini singgah di Candi Borobudur bersama keluarganya dalam perjalanan mudik ke sebuah kota di Jawa Tengah. Sebelumnya ia pernah ke Borobudur, namun adiknya yang kecil belum pernah ke sana. "Dua kali (ke Borobudur)," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.