Stok Sembako Cukup, Menteri Perdagangan Berharap Mei Deflasi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memilih pakaian di arena Bazar  Murah Untuk Rakyat di Puspemprov Banten, Serang, Kamis 23 Mei 2019. Untuk membantu warga kurang mampu sekaligus menyetabilkan harga bahan pokok Pemprov Banten menyediakan 1340 paket sembako murah, ribuan stel pakaian jadi dan 630 ton beras yang dijual di bawah harga pasar. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    Warga memilih pakaian di arena Bazar Murah Untuk Rakyat di Puspemprov Banten, Serang, Kamis 23 Mei 2019. Untuk membantu warga kurang mampu sekaligus menyetabilkan harga bahan pokok Pemprov Banten menyediakan 1340 paket sembako murah, ribuan stel pakaian jadi dan 630 ton beras yang dijual di bawah harga pasar. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan stok bahan pokok (sembako) selama Ramadan dan Lebaran cukup tersedia dan terkendali. Melihat hal itu, dia berharap tidak ada lagi kenaikan harga yang berdampak pada inflasi bulan ini.

    Baca: Pemerintah Jamin Stok Pangan untuk Ramadan dan Lebaran

    "Ada kemungkinan pada bulan ini paling tidak, tidak ada kenaikan inflasi di bahan pokok makanan. Diharapkan (malah) deflasi. Menunjukkan semua harga-harga terkendali," kata Enggar di kantornya, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.

    Menurut dia, jika terjadi deflasi, hal itu bukan karena ketidakmampuan masyarakat dalam meningkatkan pembelian. Tapi, kata dia, karena memang suplai dan permintaan stok pangan yang seimbang.

    Enggar mengungkapkan, semalam dirinya ditanya oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengenai pengendalian harga. Dirinya juga diminta mencari cara bagaimana agar dapat membantu masyarakat, dengan berkolaborasi bersama pengusaha.

    Menurut dia, harga bahan pokok stabil saat ini merupakan bentuk kepedulian presiden. "Semua itu bukan kehebatan dari Kemendag, tapi dari seluruh kerja sama dan para pengusaha, dan pedagang yang mampu mengendalikan dirinya untuk tidak memanfaatkan momentum Ramadan mengambil keuntungan yang berlebihan," ujar Enggartiasto.

    Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan akan terjadi inflasi 0,47 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada bulan Mei 2019. Artinya, ada penurunan laju inflasi bila dibandingkan dengan kesimpulan survei pemantauan harga sebelumnya dikarenakan penurunan harga tiket pesawat sebagai salah satu faktor.

    "Catatan kami tarif angkutan udara telah turun. Jika tarif angkutan udara turun, kami menghitung inflasi dari penurunan tarif tiket pesawat itu minus 0,01 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

    Baca juga: BI Prediksi Inflasi Maret Capai 0,1 Persen, Ini Alasannya

    Perkiraan inflasi Mei 2019 sebesar 0,47 persen itu berdasarkan Survei Pemantauan Harga BI di seluruh Indonesia pada pekan keempat Mei 2019. Adapun perkiraan itu turun empat basis poin dibanding proyeksi inflasi hingga pekan ketiga bulan ini yang sebesar 0,51 persen. Jika proyeksi BI itu benar, maka inflasi tahunan di Mei 2019 akan sebesar 3,1 persen (year on year/yoy).

    Simak berita-berita terbaru tentang sembako di Tempo.co

    HENDARTYO HANGGI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.