Menteri Perdagangan Jamin Stok Sembako Cukup

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memeriksa kualitas beras medium Bulog seharga Rp 8.950 per kg saat sidak di Pasar Astanaanyar, Bandung, Jumat, 1 Juni 2018. Pada sidak kali ini, Enggartiasto mendatangi tiga pasar tradisional di Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memeriksa kualitas beras medium Bulog seharga Rp 8.950 per kg saat sidak di Pasar Astanaanyar, Bandung, Jumat, 1 Juni 2018. Pada sidak kali ini, Enggartiasto mendatangi tiga pasar tradisional di Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, memastikan stok kebutuhan pokok (sembako) di pasaran cukup, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. "Secara keseluruhan bahan pokok aman terkendali dan juga kita bisa lihat stoknya, jumlahnya banyak tidak kurang," kata Menteri Enggar saat meninjau kebutuhan pokok di pasar darurat Pasalaran Cirebon, Kamis 4 April 2019.

    Baca juga: BI Prediksi Inflasi Maret Capai 0,1 Persen, Ini Alasannya

    Menurut Enggar, harga beras, telur, minyak dan lainnya masih bisa dikatakan normal, bahkan ada yang cenderung turun, karena memang stoknya mencukupi.
    Bahkan untuk harga beras itu sudah di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras medium pedagang menjualnya per kilogram Rp8.500, padahal HET-nya Rp9.450 per kilogram.

    "Harga beras cenderung turun, kita lihat tadi beras medium yang kualitasnya agak bagus itu dibawah HET," tuturnya.

    Enggar meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan harga kebutuhan pokok, terutama menjelang Pemilu nanti, dipastikan semua aman. Namun dia juga tidak menampik ada beberapa komoditas sayur yang mengalami kenaikan harga, seperti tomat dan juga bawang merah, akan tetapi itu masih wajar.

    "Sekali lagi tidak usah dan tidak ada kekhawatiran apapun dalam memasuki pesta demokrasi. Semuanya terkendali aman dan tidak ada alasan untuk orang khawatir," kata Enggar.

    Sementara itu, semakin mendekati bulan Ramadan, di beberapa daerah dilaporkan harga bawang merah dan bawang putih mulai membumbung mendekati Rp 50 ribu per kilo. Padahal, pekan lalu harganya masih di kisaran Rp 20 ribu per kilogram.

    Simak: Bawang Merah Impor Asal Pakistan Membanjiri Pasar Tradisional

    Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kenaikan harga bawang ini akibat ada masalah di jalur distribusinya. Sebab, fakta di lapangan, harga bawang di tingkat petani masih Rp 20 ribu per kilogram.

    Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memaparkan bahwa kenaikan harga bawang telah mendorong laju inflasi Maret, 2019. Kenaikan harga bawang berkontribusi 0,06 persen terhadap inflasi Maret. Karena itu, ia meminta pemerintah menjaga stok agar harga tidak semakin melejit menjelang puasa dan Lebaran sebentar lagi. 

    ANTARA | DEDE AZIZ | CAESAR AKBAR 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.