Diskon Tol Selama Mudik, CMNP: Pendapatan Berkurang, Tapi...

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Rest Area KM 39 di Cikampek, Jawa Barat, Senin, 20 Mei 2019. Sejumlah fasilitas Rest Area  siap menampung para pemudik yang akan melintasi Tol Cipali. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Foto udara Rest Area KM 39 di Cikampek, Jawa Barat, Senin, 20 Mei 2019. Sejumlah fasilitas Rest Area siap menampung para pemudik yang akan melintasi Tol Cipali. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Independen PT Citra Marga Nusaphala Persada Joko Sapto M Mulyono mengatakan diskon tarif jalan tol pada masa mudik Lebaran 2019 memang akan berdampak kepada pendapatan Badan Usaha Jalan Tol. Namun, di saat yang sama, potongan harga tersebut juga bisa membawa kenaikan volume kendaraan yang melintasi jalan tol.

    BACA: Tampung Arus Mudik Lebaran, Tol Cisumdawu Dibuka 5,5 Km

    Pasalnya, diskon tersebut juga bisa dianggap sebagai promo pengenalan agar masyarakat nantinya mau masuk ke jalan tol, khususnya untuk ruas-ruas yang baru beroperasi. "Soal pendapatan, berkurang iya, tapi mudik tidak hanya di Trans Jawa, ini pengenalan untuk tol baru harapannya orang bisa mengenal dan banyak menggunakan tol," ujar Joko di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

    Senada dengan Joko, pengurus Asosiasi Jalan Tol Indonesia M Ramdani Basri mengatakan kunci dari bisnis jalan tol adalah konektifitas. Artinya, semakin tersambung maka akan semakin banyak volume.

    Jadi meskipun secara sensitivitas ada penurunan pendapatan akibat diskon ini, di saat yang sama volume akan bertambah."Karena saat Lebaran akan ada volume yang besar, harapannya volume naik dari yang sudah-sudah dan meningkat cukup besar," ujar Ramdani.

    Lagipula, menurut Ramdani, secara logika tol yang baru dibuka, biasanya penggunanya masih sedikit dan perlu disosialisasikan atau bahkan digratiskan demi menggaet trafik. Malahan masa promosi biasanya bisa enam hingga delapan bulan.

    Kan orang biasanya merasa mahal, tapi kalau diturunkan itu akan relatif murah dan ada kemauan orang untuk masuk, kalau begitu lama-lama volumennya membesar," ujar Ramdani. "Tadi tarifnya kecil kalau dikalikan besar volume itu jadi nutupin."

    Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Jalan Tol Indonesia Desi Arryani mengumumkan bahwa seluruh Badan Usaha Jalan Tol akan memberi diskon tarif sebesar 15 persen selama masa mudik Lebaran 2019.

    "Seluruh ruas tol di negeri ini akan memberi diskon yang sama," ujar Desi. Termasuk, jalan tol dalam kota, tol Trans Sumatera, maupun di Bali. Namun, ia juga mengumumkan bahwa diskon cluster jalan tol yang selama ini diberikan dihentikan sejak 23 Mei 2019 hingga waktu yang belum ditentukan.

    Baca: Diskon Tol Trans Jawa di Musim Lebaran Diketok Pekan Depan

    Potongan harga akan diberikan sebelum puncak mudik, yakni 27-29 Mei 2019 dan setelah puncak arus balik balik yaitu 10-12 Juni 2019. "Harapannya puncak arus mudik dan arus balik bisa bergeser sehingga bisa mengurangi beban puncak," ujar Desi yang juga Direktur Utama PT jasa Marga (Persero) Tbk.

    Simak berita lainnya terkait tol di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.