Karena Operasi Pasar Beruntun, Harga Bawang Putih di Yogya Normal

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menggenjot Produksi Bawang Putih Menuju Swasembada di 2021

    Menggenjot Produksi Bawang Putih Menuju Swasembada di 2021

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi DIY Trisaktiyana mengatakan harga bawang putih yang sempat melonjak tinggi sejak awal Mei 2019 lalu mulai berangsur normal menjelang lebaran ini.

    Baca juga: Pemerintah Lebih Percayakan 90 Persen Impor Bawang kepada Swasta

    “Khusus bawang putih, sudah digelar operasi pasar sebanyak tiga kali, dan ternyata efeknya positif," ujar Trisaktiyana Sabtu 18 Mei 2019.

    Menurut dia, harga komoditi bawang putih sempat mengkhawatirkan dengan tembus hingga di atas Rp.50 ribu per kg. Namun, harga tersebut berhasil ditekan dengan intensnya operasi pasar.

    Harga normal untuk bawang putih saat ini sekitar Rp 32 ribu. Saat ini operasi pasar sudah dihentikan menyusul sudah turunnya harga bawang putih itu.

    Terkait antisipasi mendekati Lebaran, Trisaktiyana mengatakan, para distributor telah memiliki cara-cara tersendiri. Stok bahan pangan saat ini sedang gencar-gencarnya berdatangan, sehingga diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga usai Lebaran.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sasongko mengatakan stok bahan pangan untuk DIY masih aman, bahkan hingga beberapa bulan usai Lebaran. Stok bawang merah untuk DIY pun masih aman karena petani di Bantul juga baru panen dan masih akan ada panen kembali pada September 2019 mendatang.

    Pedagang di Pasar Beringharjo Yogya yang merupakan pemilik CV. Pangan Sejahtera, Tedjo Yuwono Hartono mengatakan, saat ini permintaan terhadap bahan pangan gula, tepung, maupun minyak goreng masih dalam kondisi biasa.

    Kenaikan permintaan biasanya akan terjadi mendekati Lebaran. “Stok di kami sekarang masih banyak, karena permintaan juga belum begitu banyak. Harga pun masih stabil. Kalaupun ada kenaikan biasanya di tingkat penjual eceran, itu pun hanya sedikit. Misalnya saja gula, kami lihat baru naik Rp 100 per kgnya,” ujarnya.

    Jumat 17 Mei 2019, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi memimpin kegiatan pantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY di Kota Yogyakarta.

    Pantauan bahan kebutuhan pokok jelang Lebaran kali ini dilakukan di dua titik, yakni Pasar Beringharjo dan gudang distributor bahan pokok. Gatot mengatakan, kegiatan pemantauan kebutuhan pokok dilakukan untuk peristiwa-peristiwa yang dirasa membutuhkan perhatian khusus saja.

    “Setelah kami cermati, hasil pantauan banyak positifnya. Khusus untuk menghadapi Lebaran tahun ini, stok bahan pangan cukup, kualitasnya pun relatif baik, meski memang masih ada dijumpai yang memakai bahan kimia berlebihan,” ujarnya.

    Baca berita Bawang Putih lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.