Gojek Klaim Jumlah Penumpang Anjlok Akibat Tarif Ojek Online Naik

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengemudi ojek online menunggu penumpang di Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah pengemudi ojek online menunggu penumpang di Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Gojek Indonesia angkat bicara setelah ada ancaman aksi mogok massal oleh para pengemudi Go-jek yang tergabung dalam Perkumpulan Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia (PPTJDI). Vice President Corporate Communication Go-Jek Michael Reza Say menuturkan terjadi penurunan pendapatan yang berdampak pada mitra pengemudinya setelah penyesuaian tarif pada 1 Mei 2019.

    "Pada tanggal 1 Mei 2019, Go-Jek melakukan uji coba tarif untuk GO-RIDE di 5 kota sesuai dengan pedoman tarif Kepmenhub No. 348/2019. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi selama 3 hari pertama pemberlakuan tarif uji coba, kami melihat adanya penurunan permintaan (order) GO-RIDE yang cukup signifikan sehingga berdampak pada penghasilan mitra pengemudi kami," katanya, Senin, 6 Mei 2019.

    Meski terjadi penurunan permintaan, ujarnya, Go-Jek berkomitmen untuk mendukung keberhasilan dan optimalisasi Keputusan Menteri Perhubungan (KP) no.348/2019 tentang pedoman biaya jasa tersebut. "Kami akan terus melaporkan perkembangan terkait dengan uji coba tarif kepada pemerintah untuk dapat saling memberikan dan menerima masukkan," katanya.

    Sebelumnya pengemudi ojek online Go-Jek yang tergabung dalam Perkumpulan Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia (PPTJDI) akan menggelar mogok nasional pada Senin, 6 Mei 2019. Namun rencana itu batal dilaksanakan.

    Alasan pengemudi adalah Gojek kembali menurunkan tarifnya di bawah aturan Kementerian Perhubungan sejak Sabtu, 4 Mei 2019.
    Ketua Umum PPTJDI sekaligus Presidium Nasional Gabungan Transportasi Roda Dua Indonesia (Garda) Igun Wicaksono menuturkan para pengemudi merasakan terjadinya perubahan tarif Gojek dari sebelumnya sudah sesuai dengan aturan KP No.348/2019 menjadi kembali di bawah Rp 2.000/Kilometer (Km).

    "Ojol se-Indonesia protes keras, diturunkan lagi oleh Gojek tarif ke posisi semula di bawah Rp 2000/km dan masih gross (kotor), kami ojol masih dikenakan potongan 20 persen," katanya, Minggu, 5 Mei 2019.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.