Dahnil Anzar Tak Taat Bayar Pajak Vespa, Ini Kata Pengamat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar Simanjuntak berbicara kepada awak media saat datang ke lokasi debat kedua capres, di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Februari 2019. TEMPO/Syafiul Hadi

    Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar Simanjuntak berbicara kepada awak media saat datang ke lokasi debat kedua capres, di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Februari 2019. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional kubu Prabowo - Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjadi bulan-bulanan warganet karena telat membayar pajak kendaraan lawasnya bermerek Vespa. Topik itu menjadi pembicaraan hangat di Twitter setelah Dahnil mengunggah foto Vespa klasiknya dengan pelat nomor yang terpampang jelas pada Senin, 29 April 2019.

    BACA: BPN Prabowo Klaim Punya Bukti Kecurangan Pemilu Terorganisir

    Pengamat pajak Yustinus Prastowo memandang kasus Dahnil tak taat pajak bukan yang pertama heboh. Sebelumnya, sederet publik figur kena sorotan masyarakat karena perkara serupa.

    "Masih ingat kasus mobil mewah? Nah, di DKI juga masih banyak penunggak pajak dari pemilik mobil mewah," ujar Yustinus dalam pesan pendek kepada Tempo, Selasa, 30 April 2019.

    Menurut Yustinus, belajar dari perilaku publik figur yang lena membayar pajak kendaraan bermotornya, sikap tak patuh pajak semacam ini bukan dilatari karena ketidaktahuan. Namun, telah menyoal kesadaran.

    BACA: Polisi Kembali Periksa Dahnil Anzar Soal Dana Kemah Pemuda Islam

    Yustinus berpandangan, pemilik kendaraan lawas, seperti Vespa klasik, bisa menghidupkan pajak kendaraannya yang mati. Meski tak ada surat-surat dari pemilik lamanya, ujar dia, pemilik tetap bisa membuat duplikasinya ke kepolisian. Namun, disertai sejumlah dokumen, semisal surat jual-beli.

    Sementara itu, soal Dahnil yang menyebut alasannya tak membayar pajak Vespa kuno karena merupakan barang rongsokan dan terkendala dokumen persuratan, Yustinus menganggap hal itu merupakan sikap ketidak-pedulian. "Mungkin enggak aware aja sih ya. Dahnil mungkin common sense aja anggap itu Vespa bekas rongsokan," ucapnya.

    Yustinus memandang, seharusnya publik figur mesti lebih hati-hati soal kepatuhan pajak karena perilaku tersebut menyangkut keteladanan. "Ini soal kesadaran dan perilaku menurut saya, bukan ketidaktahuan," ujarnya, mengimbuhkan.

    Ribut-ribut soal Vespa Dahnil bermula saat seorang pengikutnya di Twitter secara sengaja melacak status pajak kendaraan mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu. Melalui unggahannya, Dahnil mengatakan, saat membeli Vespa, barang tersebut dalam kondisi jelek dan rusak. Juga, tak layak pakai.

    Sementara itu, dokumen-dokumen yang menyertai kendaraan juga tak komplet. "Kemudian saya modifikasi. Terkait surat-surat dan pajak sedang dicoba cari nama pemilik di surat," kata Dahnil melalui akun Twitternya @Dahnilanzar, Senin, 29 April 2019.

    Dahnil Anzar menyatakan, kendala para pemilik Vespa yang gemar membeli barang lawas adalah sulitnya mencari data iri pemilik lama. Selain itu, beberapa dokumen telah lenyap dan sulit dicari.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.